Show simple item record

dc.contributor.advisorMaarif, M. Syamsul
dc.contributor.advisorAnggraeni, Elisa
dc.contributor.authorHayati, Raisa
dc.date.accessioned2024-02-12T02:01:36Z
dc.date.available2024-02-12T02:01:36Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138057
dc.description.abstractProduktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh tingkat motivasi kerja dan kepuasan kerja yang dimilikinya. Tingkat motivasi kerja dan kepuasan kerja karyawan ini bersifat dinamis karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang dianggap cukup berpengaruh adalah sistem kompensasi yang diterapkan oleh perusahaan. Kompensasi di sini bukan sekedar imbalan atas kerja keras tetapi mencerminkan penghargaan perusahaan terhadap karyawan sebagai mitra kerja dan mencerminkan status sosial dalam masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi sistem kompensasi yang diterapkan dan mengetahui hubungan antara sistem kompensasi yang diterapkan terhadap motivasi kerja dan kepuasan kerja karyawan. Analisis hubungan tersebut dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi terhadap data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner, wawancara langsung, dan data-data perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara gaji/upah, upah lembur, bonus, seragam kerja, fasilitas bangunan, kondisi fisik lingkungan kerja, cuti dan izin khusus, asuransi kerja, tunjangan hari tua, dan K3 dengan motivasi kerja. Hal ini berarti bahwa komponen-komponen kompensasi tersebut berpengaruh terhadap motivasi kerja. Perubahan-perubahan yang terjadi pada komponen-komponen kompensasi yang signifikan akan menyebabkan perubahan pada tingkat motivasi kerja karyawan. Pemberian tunjangan karyawan selama ini tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi kerja. Hal ini berarti bahwa tunjangan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap peningkatan motivasi kerja karyawan. Dengan demikian, perubahan yang terjadi pada pemberian tunjangan tidak akan mempengaruhi tingkat motivasi kerja. Hubungan yang signifikan terdapat antara bonus, tunjangan, dan kondisi fisik lingkungan kerja dengan kepuasan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada tingkat kepuasan kerja karyawan dipengaruhi oleh komponen- komponen kompensasi tersebut. Sedangkan komponen-komponen kompensasi lainnya seperti gaji/upah, upah lembur, seragam kerja, fasilitas bangunan, cuti dan izin khusus, tunjangan hari tua, dan K3 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan kerja. Perubahan yang terjadi pada komponen ini tidak akan mempengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKajian hubungan antara penerapan sistem kompensasi dengan motivasi kerja dan kepuasan kerja karyawan : Studi kasus di PT Guru Indonesiaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record