Penerapan teknik manajemen kualitas untuk peningkatan kinerja proses produksi kemasan fleksibel : Studi kasus di PT. Interkemas Flexipack
View/ Open
Date
2004Author
Muttakin, Syahrizal
Hardjomidjojo, Hartrisari H
Metadata
Show full item recordAbstract
Kemasan fleksibel saat ini semakin diminati industri. Permintaan dunia akan kemasan fleksibel akan tumbuh lebih dari 4% per tahun memasuki tahun 2005 hingga mendekati angka 4 juta metrik ton per tahun dengan nilai lebih dari US$ 5 milyar (www.marketresearch.com).
Produk yang berkualitas sangat ditentukan oleh tahapan proses yang dilalui. Apabila pengawasan dan pengendalian pada masing-masing tahapan proses dilakukan dengan baik, maka produk yang dihasilkan pun akan semakin baik pula sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan dan sesuai dengan keinginan konsumen. Salah satu cara untuk mengawasi jalannya tahapan produksi dapat digunakan teknik manajemen kualitas. Penerapan teknik manajemen kualitas bertujuan untuk perbaikan terus menerus dengan melibatkan seluruh komponen dalam perusahaan.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses produksi kemasan fleksibel di PT Interkemas Flexipack kemudian menerapkan teknik manajemen kualitas untuk pengukuran kinerja proses produksinya dan menganalisis akar penyebab permasalahan kualitas kemasan fleksibel.
Pada penelitian ini pengamatan difokuskan pada proses produksi salah satu kemasan biskuit. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap setiap tahapan proses produksi kemasan fleksibel disertai dengan pengambilan data produktifitas pada masing-masing tahapan produksi. Faktor yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki terlebih dahulu dianalisis dengan diagram pareto. Pada talumpan proses yang menjadi proiritas utama tersebut dilakukan analisis sebab-sebab
permasalahan dengan menggunakan diagram sebab akibat dan why-why analysis. Proses produksi kemasan fleksibel (pada salah satu produk kemasan biskuit)
melewati tiga tahapan produksi yaitu proses pencetakan (Printing), laminasi kering Dry Lamination) dan pemotongan lembaran kemasan (Slitting). Pada masing-masing tahapan proses produksi tersebut PT Interkemas Flexipack telah mempunyai sistem pengawasan yang baik hal ini terbukti dengan berhasil didapatkannya sertifikat ISO 9001:2000. Namun sistem yang baik tersebut masih belum dapat terlaksana secara baik hal ini terlihat dengan cukup banyaknya produk cacat yang dihasilkan. Dengan menggunakan analisis pareto terlihat bahwa tahapan proses pencetakan merupakan tahapan proses yang paling banyak menghasilkan produk yang tidak sesuai standar.
Tahap selanjutnya yaitu menganalisis jenis cacat pada tahapan proses pencetakan. Dari beberapa jenis cacat pencetakan diambil 3 parameter yang paling signifikan terjadi selama pengamatan. Cacat pencetakan tersebut yaitu terjadinya garis tinta (Arrow Mark/AM), adanya bintik-bintik tinta (Blushing/BS) dan terjadinya ketidaktepatan pencetakan (Misprint/MP). Diagram sebab akibat digunakan untuk menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ketiga cacat tersebut, kermudian dilanjutkan dengan Why-why Analysis.
Hasil dari why-why analysis didapatkan bahwa tenaga kerja, pengecekan kualitas dan suplier merupakan faktor utama penyebab ketiga cacat printing tersebut. Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan mengadakan pelatihan yang intesif untuk pekerja, memberikan kondisi kerja yang kondusif, melakukan evaluasi metode pengecekan material dan memperketat pengawasan kualitas material.
