Show simple item record

dc.contributor.authorRustamaji
dc.date.accessioned2010-05-06T05:45:44Z
dc.date.available2010-05-06T05:45:44Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/13733
dc.description.abstractSalah satu penyebab terjadinya proses kemunduran mutu ikan adalah adanya aktivitas enzim terutama enzim proteolitik diantaranya enzim katepsin dan kolagenase. Katepsin merupakan enzim proteolitik yang terdapat pada jaringan tubuh ikan. Enzim ini sangat berperan dalam proses pelunakan tekstur daging ikan akibat degradasi protein miofibril sehingga turut mempercepat proses kemunduran mutu ikan. Kolagenase secara umum didefinisikan sebagai enzim yang mampu mendegradasi ikatan polipeptida saat protein belum mengalami denaturasi. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap, yaitu (1) penentukan fase post mortem ikan secara organoleptik, (2) penentuan pola kemunduran mutu ikan, (3) ekstraksi enzim katepsin, dan (4) ekstraksi enzim kolagenase. Pengamatan dilakukan terhadap empat kelompok ikan, yaitu ikan bandeng P (tidak dipuasakan, penyimpanan suhu ruang), ikan bandeng Q (dipuasakan, penyimpanan suhu ruang), ikan bandeng R (tidak dipuasakan, penyimpanan suhu chilling), dan ikan bandeng S (dipuasakan, penyimpanan suhu chilling). Uji organoleptik dilakukan setiap satu jam selama 19 jam penyimpanan suhu ruang dan setiap 12 jam selama 540 jam (23 hari) penyimpanan suhu chilling. Uji TVB, TPC, pH, assay aktivitas enzim katepsin dan kolagenase serta konsentrasi protein enzim dilakukan pada fase pre rigor, rigor mortis, post rigor, dan busuk. Kondisi pre rigor, rigor mortis, post rigor, dan busuk pada penyimpanan suhu ruang (ikan P dan Q) selama 19 jam dengan interval waktu pengamatan satu jam terjadi berturut-turut pada jam penyimpanan ke-0, 10, 15 dan 19. Kondisi pre rigor, rigor mortis, post rigor, dan busuk pada penyimpanan suhu chilling (ikan R dan S) selama 540 jam (23 hari) dengan interval waktu pengamatan 12 jam terjadi berturut-turut pada jam penyimpanan ke-0, 84, 300, dan 540. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA α=0,05) diketahui bahwa perlakuan kombinasi kondisi ikan sebelum dipanen dan suhu penyimpanan dari masing-masing ikan P, Q, R, dan S memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap nilai pH, TPC (Total Plate Count), TVB (Total Volatile Base), aktivitas enzim katepsin dan kolagenase pada tingkat kepercayaan 95 %. Hasil uji ragam (ANOVA α=0,05) dengan rancangan acak kelompok pada fase kemunduran mutu ikan (pre rigor, rigor mortis, post rigor, dan busuk) menunjukkan bahwa dari masing-masing ikan P, Q, R, dan S memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap nilai pH, TPC, TVB serta aktivitas enzim katepsin dan kolagenase pada tingkat kepercayaan 95 %. Analisis korelasi linier sederhana menunjukkan bahwa aktivitas enzim katepsin dan kolagenase memiliki hubungan yang sangat erat (r ≥ 0,7) secara linier dengan parameter kesegaran ikan kecuali pada nilai pH selama proses kemunduran mutu dari fase pre rigor hingga post rigor dan menjadi kurang erat setelah memasuki fase busuk. Namun aktivitas enzim kolagenase masih memiliki hubungan yang sangat erat (r ≥ 0,7) hingga fase busuk pada parameter nilai organoleptik dan TPC.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAktivitas enzim katepsin dan kolagenase dari daging ikan bandeng (Chanos chanos Forskall) selama periode kemunduran mutu ikan.id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record