Sifat fisik, kimia dan organoleptik cake yang dibuat dari telur dengan umur dan metode pengocokan yang berbeda
Abstract
Mulai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya cara hidup
sehat menyebabkan pemakaian bahan kimia pada produk pangan dikurangi atau
bahkan dihindari sama sekali. Cake adalah salah satu produk pangan yang selama ini
diberi campuran bahan pengembang kimia dalam bahan bakunya. Pembuatan cake
yang tidak menggunakan bahan pengembang kimia menyebabkan perlu dilakukan
modifikasi pada bahan-bahan campuran cake agar cake dapat mengembang dengan
baik. Modifikasi ini dapat dilakukan pada bahan-bahan yang memiliki fungsi
memberikan bentuk dan struktur cake, yaitu telur dan terigu. Salah satu faktor yang
dapat mempengaruhi sifat fisik cake, terutama sifat volume pengembangan dan
kestabilannya adalah umur telur. Penggunaan metode pengocokan yang berbeda
diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik cake yang dibuat dari telur dengan umur
yang berbeda.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, kimia dan organoleptik
cake yang dibuat dengan menggunakan umur telur dan metode pengocokan yang
berbeda. Rancangan percobaan untuk sifat fisik yang digunakan dalam penelitian ini
adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3x3, dengan 3 ulangan.
Faktor pertama adalah umur telur yaitu 1, 7, dan 13 hari. Faktor kedua adalah metode
pengocokan yaitu metode A, metode B, dan metode C. Metode A: kuning telur dan
putih telur dikocok bersama, metode B: putih telur dan kuning telur dikocok secara
terpisah, dimana putih telur yang telah dikocok didiamkan selama 30 menit, dan hasil
tirisan putih telur dipisahkan (tidak digunakan). Metode C: putih telur dikurangi
sepertiga bagian dari berat putih telur yang digunakan, kemudian putih dan kuning
telur dikocok bersama-sama. Pembuatan cake dilakukan pada saat yang sama untuk
satu ulangan dari semua perlakuan...
