Pengaruh perlakuan pendahuluan partikel dan kadar perekat terhadap sifat papan partikel tandan kosong kelapa sawit
View/ Open
Date
2004Author
Saputra, Yekti Fridhian
Iskandar, Ade
Sulastiningsih, I.M
Metadata
Show full item recordAbstract
Limbah padat industri kelapa sawit memiliki kekhasan pada komposisinya. Komponen terbesar limbah padat ini adalah selulosa, disamping hemiselulosa dan lignin. Salah satu jenis limbah padat dari industri ini adalah tandan kosong kelapa sawit. Tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah padat yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Usaha yang umum dilakukan adalah penggunaan tandan kosong kelapa sawit sebagai mulsa di kebun, pupuk kompos atau dibakar di incenerator sehingga abunya dapat digunakan sebagai pupuk kalium. niversity
Salah satu upaya pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit untuk menghasilkan produk dengan nilai tinggi adalah menjadikannya sebagai bahan baku pembuatan papan partikel. Papan partikel merupakan papan buatan yang tersusun dari partikel-partikel kayu atau bahan berlignoselulosa lainnya yang ddisemprot dengan sebuah perekat organik dan direkatkan di bawah tekanan dan panas.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan suhu perendaman partikel dan kadar perekat yang paling efektif digunakan agar sifat fisis dan mekanis papan partikel tandan kosong kelapa sawit yang dihasilkan memenuhi standar. Terdapat dua faktor perlakuan pada penelitian ini, yaitu faktor suhu perendaman partikel dan kadar perekat. Perendaman partikel terdiri dari tiga taraf, yaitu kontrol (tanpa perendaman), 70±3° C dan 80±3° C, sedangkan kadar perekat
terdiri dari tiga taraf yaitu kadar perekat 10, 12, dan 14 %. Metode rancangan percobaan yang digunakan adalah acak lengkap faktorial dengan tiga kali ulangan Papan partikel yang dibuat adalah papan partikel berkerapatan sedang (0,7 g/cm³) yang dikempa panas pada suhu 150° C, dengan tekanan spesifik 25 kg/cm² selama 10 menit. Sifat fisis papan partikel yang diamati pada penelitian ini terdiri dari kerapatan, kadar air, pengembangan tebal dan penyerapan air, sedangkan sifat mekanis yang diamati meliputi keteguhan lentur yang terdiri dari modulus patah
(MOR) dan modulus elastisitas (MOE), dan keteguhan rekat internal (IB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan papan partikel tandan kosong kelapa sawit berkisar antara 0.75 sampai 0.81 g/cm³. Kerapatan rata-rata papan partikel adalah 0.78 g/cm³. Nilai kerapatan ini sudah memenuhi nilai SNI 1996. Kerapatan tidak dipengaruhi oleh perendaman maupun kadar perekat berdasarkan hasil sidik ragam. Papan partikel yang dihasilkan termasuk papan partikel berkerapatan sedang. ...
