Show simple item record

dc.contributor.advisorSetyaningsih, Dwi
dc.contributor.authorTresnawati, Kania
dc.date.accessioned2024-01-17T02:26:46Z
dc.date.available2024-01-17T02:26:46Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134976
dc.description.abstractEkstrak vanila alami berharga sampai dengan USD 4000 per kilogram. Industri sudah menggunakan vanillinsintetik sebagai pengganti flavor vanila alami. Hargavanillin sintetis jauh lebih murah(USD 12 per kilogram), akan tetapi penggunaannya sangat berpengaruh terhadap flavor produk secara keseluruhan. Ekstrak vanila alami terdiri lebih dari 100 komponen yang semuanya memiliki kontribusi terhadap flavor akhir, sementara produk penggantinya hanya mengandung vanillin (Dignum, 2002). Rendahnya kualitas flavor vanila Indonesia diduga terjadi karena tidak semua senyawa glikosida terhidrolisis menjadi aglikon, disebabkan rendahnya aktivitas enzimatik ẞ-glukosidase yang terdapat dalam buah vanila. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kadar vanillin homogenat vanila melalui peningkatan aktivitas enzim ẞ-glukosidase dengan cara menambahkan ekstrak enzim ẞ-glukosidase dari kapang Aspergillus niger. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui jenis kapang dan waktu inkubasi yang optimum untuk memproduksi enzim ẞ-glukosidase. Kapang yang digunakan adalah Aspergillus niger dan Aspergillus oryzae. Hasil yang diperoleh kemudian dikarakterisasi untuk mengetahui kondisi optimum enzim untuk diaplikasikan kedalam homogenat vanili. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcVanilaid
dc.subject.ddcEkstrak enzimid
dc.subject.ddcAspergillus nigerid
dc.titlePeningkatan kadar vanillin homogenat vanila dengan penambahan ekstrak enzim dari kapang Aspergillus nigerid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record