Show simple item record

dc.contributor.advisorSukendar
dc.contributor.advisorAlifuddin, Muhammad
dc.contributor.authorRizkiyanti, Ita
dc.date.accessioned2024-01-04T04:27:22Z
dc.date.available2024-01-04T04:27:22Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133760
dc.description.abstractSaat ini masalah yang paling serius dalam budidaya udang windu adalah tingginya mortalitas akibat serangan penyakit, diantaranya adalah penyakit kunang kunang yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi. Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, diantaranya adalah dengan menggunakan antibiotik. Namun penanganan dan pemberian antibiotik secara terus menerus dan tidak sesuai dengan dosis menyebabkan resistensi terhadap bakteri tersebut dan berdampak negatif bagi organisme di perairan dan bagi manusia yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu perlu adanya suatu cara penanggulangan yang lebih baik, yaitu dengan menggunakan bahan antibakterial alami dari tumbuhan mangrove yang telah diketahui mengandung senyawa antibakterial (Nursal et al., 1998). Dalam penelitian ini tumbuhan mangrove yang digunakan adalah Rhizophora mucronata dan Sonneratia alba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak tumbuhan mangrove Sonneratia alba dan Rhizophora mucronata yang diambil dari kawasan hutan mangrove Muara Angke Jakarta Utara, serta mencari bagian tumbuhan yang paling berpotensi dalam menghambat dan membunuh bakteri V. harveyi melalui uji in vitro sehingga dapat digunakan untuk pengendalian bakteri V. harveyi pada udang windu (Penaeus monodon Fabr.) melalui uji in vivo. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu penelitian secara in vitro yaitu untuk mengetahui potensi ekstrak mangrove terhadap bakteri dengan metode Kirby - Bauer (Lay, 1994) melalui terbentuknya zona hambat di sekitar kertas cakram dan metode hitungan cawan melalui perhitungan jumlah koloni bakteri yang dapat tumbuh pada media agar yang telah diberi ekstrak mangrove. Serta penelitian secara in vivo yaitu pencegahan dan pengobatan, kontrol positif (udang diinfeksi dengan bakteri 10 cfu/ml) dan kontrol negatif (udang direndam dalam ekstrak mangrove). Dari hasil uji in vitro dengan metode Kirby - Bauer diketahui bahwa perlakuan buah dan kelopak S. alba yang terbaik, yaitu melalui lebarnya zona hambat yang terbentuk sebesar 11 dan 10 mm pada konsentrasi 4000 ppm. Kemudian dilakukan uji lanjut untuk menentukan satu perlakuan terbaik melalui uji hitungan cawan. Dari metode ini diperoleh sampel kelopak S. alba yang terbaik melalui sedikitnya koloni yang tumbuh pada media perlakuan. Kemampuan kelopak S. alba dalam menghambat maupun membunuh bakteri disebabkan karena adanya bahan aktif yang terkandung dalam ekstrak kelopak seperti flavonoid, steroid, fenol hidrokuinon dan tanin (Naiborhu, 2002) sehingga dijadikan sebagai acuan untuk uji in vivo.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcMangroveid
dc.subject.ddcUdang Winduid
dc.titlePotensi ekstra mangrove sonneratia alba dan rhizophora mucronata untuk pengendalian bakteri vibrio harveyi pada udang windu (penaeus monondon fabr.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record