View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Tataniaga Beras di Pasar Tradisional dan Pasar Modern di DKI Jakarta

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (58.74Mb)
      Date
      2005
      Author
      Suriyana, Nanang
      Firdaus, Muhammad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      DKI Jakarta memiliki potensi yang cukup besar untuk pemasaran beras, hal ini dikarenakan banyak terdapat tempat-tempat penjualan kebutuhan pokok masyarakat, seperti pasar tradisional yang berada pada setiap kecamatan bahkan kelurahan dan pasar modern atau supermarket yang berada pada tempat-tempat pusat keramaian tempat tinggal masyarakat menengah keatas. Untuk mendapatkan beras konsumen biasanya datang langsung ke pasar- pasar tradisional terdekat dengan tempat tinggalnya dengan berbagai pertimbangan, beberapa hal yang menjadi pertimbangan adalah jarak dari tempat tinggal, harga yang murah, dan kualitas produk tanpa memperdulikan kenyamanan berbelanja seperti suasana pasar yang padat, bau busuk karena tumpukan sampah, becek dan berdesak-desakan saat berbelanja. Disamping itu ada juga konsumen yang membeli beras dari pasar modern seperti supermarket dan hypermarket dengan pertimbangan kenyamanan berbelanja, kualitas produk dan harga, biasanya konsumen ini termasuk pada masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas. Dengan terbitnya Keppres No. 29 bulan Maret 2000 yang menekankan bahwa Bulog bukan lagi lembaga stabilisasi melainkan lebih mengarah sebagai lembaga logistik dengan tugas sebagai pengendali harga beras, penyedia cadangan pangan masyarakat dan pelaksanaan operasi khusus (OPK) beras. Dengan demikian pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Bulog tidak lagi berperan sebagai operator atau pelaksana tetapi lebih menekankan kepada peranannya sebagai regulator, sehingga terbuka kesempatan bagi pihak lain (swasta) untuk..dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132413
      Collections
      • UT - Agribusiness [4774]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository