Optimasi Proses Pembuatan Susu Kambing Bubuk dengan Penambahan Maltodekstrin sebagai Dahan Pengisi
View/ Open
Date
2005Author
Pratiwi, Kristin
Maheswari, Rarah R.A
Wulandari, Zakiah
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengeringan susu kambing segar menjadi susu bubuk merupakan salah satu
upaya untuk memperpanjang umur simpan dan memudahkan penyimpanan.
Pengeringan menggunakan pengering semprot mempunyai keunggulan seperti waktu
kontak bahan dengan panas sebentar sehingga meminimalisir kerusakan produk.
Keberhasilan proses pengeringan dipengaruhi oleh jumlah total padatan bahan baku.
Bahan pengisi seperti maltodekstrin diperlukan untuk meningkatkan total padatan
susu kambing cair, sehingga membantu proses pengeringan ·Iebih cepat serta
memperbaiki sifat fisik dan kimia susu bubuk yang dihasilkan.
Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu penelitian pendahuluan dan
penelitian utama. Penelitian pendahuluan terdiri atas standardisasi susu segar,
penentuan suhu dan lama waktu evaporasi; serta optimasi suhu pengering semprot.
Standardisasi susu segar meliputi pengukuran berat jenis, kadar lemak dan total
padatan. Penentuan suhu dan lama waktu evaporasi dilakukan pada suhu 40-50 °C
selama 20, 25 dan 30 menit sehingga menghasilkan total padatan 30-50 %. Optimasi
suhu pengeringan dilakukan pada suhu inlet 180, 190 dan 200 °C dan suhu outlet
90 °C. Penentuan suhu pengering semprot yang paling optimum berdasarkan pada
karakteristik produk yang dihasilkan, yaitu acceptable product dan kelarutan tinggi
serta kadar air rendah (maksimal 4 %). Tahapan penelitian utama adalah pembuatan
susu kambing bubuk dengan cara: susu segar ditambah dengan maltodekstrin,
dipasteurisasi pada suhu 63-65 °C selama 30 menit, dievaporasi, homogenisasi,
kemudian dikeringkan dengan pengering semprot.
Peubah yang diamati pada penelitian ini dianalisis dengan dua cara, yaitu analisis secara deskriptif dan analisis ragam. Analisis secara deskriptif dilakukan untuk menentukan suhu dan lama waktu evaporasi dan suhu inlet pengering semprot. Analisis ragam digunakan pada peubah kelarutan, derajat putih, acceptable product, kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat.
Hasil dari penelitian pendahuluan adalah (1) evaporasi optimum diperoleh pada suhu 50 °C selama 20 menit yang menghasilkan susu evaporasi dengan total padatan 36 % dan (2) pengeringan semprot optimum diperoleh pada suhu inlet 190 °C dan suhu outlet 90 °C yang menghasilkan susu kambing bubuk dengan kadar air 1, 16 %; kelarutan 86,06 % dan acceptable product 27,81 g. Sifat fisik susu kambing bubuk hasil penelitian utama meliputi kelarutan (86,27-90,25 %), acceptable product (0,03-0,04 %) dan derajat putih (78,68-84,69 %). Sifat kimia susu kambing bubuk meliputi kadar air (0,54-1,01 %), kadar protein (16,49-26,29%), kadar lemak (I 1,44-24,16 %), kadar abu (3,04-4,59 %) dan kadar karbohidrat (44,60-68,67 %).
