| dc.description.abstract | Pemerintah Indonesia berupaya untuk mendorong peningkat:an ekspor. Salah satu sumberdaya perikanan yang mempunyai peranan penting dalam peningkat:an ekspor dan menghasilkan devisa negara adalah ikan tuna. Dalam rangka peningkatan ekspor tuna, aspek produksi tuna yang didominasi dengan cara penangkapan di Jaut sangat penting. Oleh karena itu, usaha penangkapan tuna merupakan basis utama untuk memproduksi tuna dari rantai usaa untuk meningkatkan ekspor tuna Indonesia.
PT. Perikanan Samodra Besar (PT. PSB) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di subsektor perikanan da1arn bidang penangkapan dan ekspor tuna di Indonesia sejak tahun 1973. Salah satu usaha yang dilakukan PT. PSB adalah usaha penangkapan tuna yang berpusat di Benoa Bali. Hasil usaha penangkapan ikan tuna tersebut ditujukan untuk memenuhi permintaan ekspor.
Produk tuna yang diekspor merupakan tuna segar dan tuna beku da1am bentuk utuh dan Join, dengan negara tujuan ekspornya adalah Jepang. Kegiatan penangkapan tuna PT. PSB ini didukung dengan jumlah armada penangkapan yang pada tahun 1996 berjumlah 19 unit kapal, terdiri dari beberapa ukuran kapal yaitu 8 unit kapal 100 Gross Ton (GT), 1 unit kapal 80 GT, 6 unit kapal 60 GT, 2 unit kapal 40 GT dan 2 unit kapal 15 GT.
Agar kesinambungan dari usaha penangkapan yang dilakukan PT. PSB dapat terjamin, maka usaha
tersebut harus memberikan keuntungan yang terbaik sesuai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tingkat keuntungan tersebut, maka PT. PSB hams dapat mengoperasikan berbagai ukuran armada penangkapan yang dimilikinya dengan memperhatikan jumlah produksi tangkapannya dan komponen-komponen biaya yang digunakan dalam kegiat:an penangkapan tersebut secara optimal. | id |