Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharno
dc.contributor.authorZakiah, Wilma
dc.date.accessioned2023-11-08T08:46:27Z
dc.date.available2023-11-08T08:46:27Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131233
dc.description.abstractPenelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis manajemen pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan perusahaan, kemudian merekomendasikan metode pengendalian persediaan yang efektif dan efisien bagi Percetakan IPB. Data yang digunakan dalam data ini dalah data sekunder berupa data penggunaan kertas Tahun 2010-2011. Kemudian data tersebut diolah menggunakan Metode MRP (Material Requirements Planning) dengan tiga teknik, yaitu LFL (Lot For Lot), EOQ (Economic Order Quantity), dan PPB (Part Period Balancing). Setelah itu, ketiga teknik dalam metode MRP tersebut dibandingkan dan dipilih berdasarkan biaya persediaan terkecil. Setelah memilih satu teknik dalam metode MRP dilakukan peramalan penggunaan kertas untuk Tahun 2012 yang akan diperhitungkan dalam metode MRP yang direkomendasikan pada perusahaan. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa pada metode MRP teknik LFL menghasilkan biaya persediaan sebesar RP 390.000 untuk kertas HVS 80gr dan Rp 279.008 untuk kertas Art Paper 120gr, sedangkan teknik EOQ menghasilkan biaya persediaan sebesar Rp 2.646.996 untuk kertas HVS 80gr dan Rp 316.252 untuk kertas Art Paper 120gr, dan teknik PPB menghasilkan biaya persediaan sebesar Rp 803.696 untuk kertas HVS 80gr dan Rp 133.408 untuk kertas Art Paper 120gr. Pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan oleh Percetakan IPB adalah FIFO (First In First Out) dimana bahan baku yang pertama kali masuk merupakan bahan baku yang digunakan pertama kali untuk diproduksi. Frekuensi pemesanan untuk kertas HVS 80gr terlalu banyak, karena dalam setahuan frekuensi pemesanan kertas HVS 80gr adalah sebanyak delapan belas kali. Hal ini jelas akan merugikan perusahaan karena akan meningkatkan biaya pesanan. Sedangkan untuk kertas Art Paper 120 gr terjadi pemborosan pada biaya penyimpanan, karena persediaan akhir kertas bulan Desember Tahun 2011 mencapai kurang lebih tujuh puluh lima persen dari total pemakaian kertas selama Tahun 2011. Secara keseluruhan berdasarkan hasil analisis antara metode perusahaan dan metode MRP teknik EOQ, LFL, dan PPB dapat disimpulkan bahwa sistem MRP teknik LFL menghasilkan penghematan yang paling besar pada biaya persediaan, yaitu 83,16 persen untuk kertas HVS 80gr dan sistem MRP teknik PPB menghasilkan penghematan paling besar pada biaya persediaan, yaitu 48,91 persen untuk kertas Art Paper 120gr. Sehingga teknik ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif pengendalian persediaan kertas HVS 80gr dan kertas Art Paper 120gr. Namun, penggunaan teknik ini harus disesuaikan dengan kebijakan dan kondisi perusahaan itu sendiri.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomics and Development Studies - Agribusinessid
dc.titleManajemen Pengendalian Persediaan Kertas Sebagai Bahan Bahan Baku Pada Prcetakan IPBid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordPaperid
dc.subject.keywordInventory Managementid
dc.subject.keywordInventory Controlid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record