Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwoko
dc.contributor.advisorHaditjaroko, Liesbetini
dc.contributor.authorPurwaningrum, Cucu Rina
dc.date.accessioned2023-11-06T06:50:39Z
dc.date.available2023-11-06T06:50:39Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130743
dc.description.abstractTongkol jagung merupakan salah satu limbah kegiatan industri pertanian yang merupakan sumber bahan berlignoselulosa yang potensial. Produksi jagung di Indonesia yang cukup tinggi yaitu 17.63 juta ton pipilan kering pada tahun 2009 (BPS, 2010) . Hal ini berkorelasi dengan limbah tongkol jagung yang dihasilkan. Jagung mengandung kurang lebih 30% tongkol jagung dan sisanya adalah biji dan kulit. Dari data tersebut dapat diperkirakan bahwa produksi limbah tongkol jagung Indonesia pada tahun 2009 adalah sebesar 16.53 juta ton. Dengan kandungan selulosa 40-60% dan hemiselulosa 20- 30% tongkol jagung mempunyai potensi yang besar untuk dikonversi menjadi gula sederhana seperti glukosa dan xilosa yang dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan berbagai produk turunan antara lain sorbitol dan xilitol. Biodelignifikasi merupakan proses degradasi lignin untuk membebaskan serat dari ikatannya dengan menggunakan mikroba seperti kapang, bakteri atau enzim. Delignifikasi perlu dilakukan karena lignin merupakan penghambat utama pada proses hidrolisis selulosa. Fungi pelapuk putih merupakan salah satu mikroorganisme yang mampu mengurai lignin secara selektif dan hanya mengurai selulosa dan hemiselulosa dalam jumlah yang sedikit (Eaton dan Hale, 1993). Beberapa jenis fungi pelapuk putih yang sering digunakan untuk delignifikasi adalah Schizophyllum commune, Phanerochaete chrysosporium dan isolat Pleurotus EB9. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan jenis Fungi Pelapuk Putih (FPP) terbaik serta untuk mendapatkan konsentrasi miselia dan konsentrasi glukosa optimum yang ditambahkan serta waktu inkubasi optimum dari fungi terbaik. Pada penelitian ini, terdapat dua tahapan penelitian yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan dilakukan karakterisasi tongkol jagung dan penentuan jenis fungi terbaik dalam mendelignifikasi tongkol jagung diantara Schizophyllum commune, Phanerochaete chrysosporium dan isolat Pleurotus EB9. Fungi terbaik ditentukan berdasarkan kemampuannya dalam menurunkan kadar lignin tongkol jagung…id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgricultural technologyid
dc.subject.ddcAgroindustrial technologyid
dc.titleBiodelignifikasi tongkol jagung menggunakan fungi pelapuk putih (White Rot Fungi)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBiodelignifikasiid
dc.subject.keywordTongkol jagungid
dc.subject.keywordFungiid
dc.subject.keywordPelapuk putihid
dc.subject.keywordWhite rot fungiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record