Analisis hubungan tingkat kebisingan industri dengan keluhan subyektif non auditory tenaga kerja
Abstract
Kebisingan adalah suara yang tidak dikehendaki, merupakan salah satu faktor
fisik penyebab terjadinya masalah-masalah kecelakaan kerja pada suatu industri.
Tingkat intensitas kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) Kebisingan,
yaitu 85 dB (A) bukan saja mengganggu proses produksi tetapi juga membahayakan
kesehatan tenaga kerja yang pada akhirnya akan mempengaruhi produktivitas
optimal tenaga kerja. Pengaruh utama kebisingan adalah kerusakan indera
pendengaran yang menyebabkan ketulian (efek auditory). Selain itu dapat pula
menyebabkan gangguan komunikasi, gangguan fisiologis, dan gangguan psikologis
(efek non auditory). Keluhan-keluhan tersebut didasarkan beberapa faktor, seperti
karakteristik jenis kelamin, umur, masa kerja, tingkat pendidikan, lokasi kerja, dan
kedisiplinan dalam penggunaan alat pelindung telinga (APT). Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kebisingan industri dengan keluhan
subyektif non auditory tenaga kerja berdasarkan karakteristik tenaga kerja dan untuk
mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tenaga kerja bagian dengan sikap dan
perilaku dalam penggunaan APT.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan metode
survei cross sectional. Responden dalam penelitian adalah tenaga kerja bagian
produksi PT. Goodyear Indonesia, Tbk., yaitu tenaga kerja di lokasi kerja Business
Team A (BTA), Business Team B (BTB), dan Business Team C (BTC) sebanyak 100
orang. Sampel tersebut diambil dengan metode purposive sampling. Pengambilan
data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data hasil
dari pengukuran tingkat kebisingan di lingkungan kerja produksi dan hasil keluhan
subyektif non auditory tenaga kerja serta tentang penggunaan APT, sedangkan data
sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan. Instrumen yang digunakan adalah
Sound Level Meter (SLM) untuk pengukuran tingkat kebisingan, stopwatch untuk
pengukuran lama waktu pengamatan di tiap-tiap titik pengukuran, tallysheet dan alat
tulis untuk pencatatan hasil pengukuran, serta kuesioner untuk pengukuran tingkat
kebisingan perseptif, keluhan subyektif non auditory tenaga kerja, dan tentang
penggunaan APT. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan
bivariat dengan uji statistik korelasi Rank Spearman dan uji asosiasi Chi-Square
untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel kemudian dilanjutkan dengan uji
Kontingensi Pearson untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan tersebut…
