| dc.description.abstract | Indonesia merupakan negara agraris, dimana tulang punggung perekonomiannya sebagian besar ditopang oleh sektor pertanian. Salah satu subsektor pertanian yang berpotensial untuk dikembangkan adalah subsektor peternakan. Subsektor peternakan merupakan subsektor yang berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan akan kebutuhan protein hewani. Usaha ternak kambing merupakan subsektor peternakan yang potensial untuk dikembangkan karena pemeliharaannya yang efisien, yaitu dengan tidak memerlukan pakan dengan kualitas tinggi tetapi dapat menghasilkan berbagai produk yang bernilai tinggi.
Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji kelayakan pengembangan usaha peternakan kambing perah peranakan ettawa di Peternakan Cordero pada aspek teknis, aspek pemasaran, aspek manajemen, serta aspek ekonomi dan sosial (2) menganalisis kelayakan pengembangan usaha peternakan kambing perah peranakan ettawa di Peternakan Cordero pada aspek finansial (3) melakukan analisis sensitivitas untuk melihat tingkat kepekaan kelayakan pengembangan usaha apabila terjadi perubahan-perubahan dalam harga input maupun harga output.
Penelitian dilakukan di usaha peternakan kambing perah peranakan ettawa di Peternakan Cordero. Petenakan ini terletak di Kampung Lembah Duhur, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis secara kualitatif yaitu menganalisis kelayakan usaha ternak kambing perah dilihat dari aspek pasar dan pemasaran, teknis, manajemen, serta ekonomi dan sosial. Analisis data secara kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan usaha ternak kambing perah dari aspek finansial. Hal yang dilakukan berkenaan dengan aspek finansial yaitu dengan menghitung Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B/C, Payback Period (PBP), Break Even Point (BEP) dan analisis sensitivitas menggunakan program komputer Microsoft Excel 2007.
Berdasarkan hasil analisis pada aspek non finansial Peternakan Cordero dituntut untuk memperbesar pasar sasaran seiring dengan meluasnya skala usaha. Pada saat penelitian jumlah kambing yang terdapat di Peternakan Cordero adalah
119 ekor yang terdiri dari 5 pejantan, 58 induk, 25 dara, dan 31 anakan, dan akan bertambah menjadi 828 ekor di tahun ke lima dengan asumsi tingkat kelahiran
anak 1,62, kematian 10 persen, pemeliharaan betina 20 persen, dan menjual seluruh anak jantan. Hasil analisis dari aspek finansial diperoleh nilai NPV
sebesar Rp 908.058.246,-, nilai IRR 32,14 persen, nilai Net B/C 2,32, PBP 4,1
tahun, dan BEP 4,6 tahun yang mengindikasikan bahwa pengembangan usaha ternak kambing perah ini layak untuk dijalankan. Analisis sensitivitas dilakukan dengan melakukan perubahan pada variabel output dan input. Berdasarkan analisis switching value menunjukkan bahwa kenaikan harga pakan lebih peka
dibandingkan dengan kenaikan tingkat inflasi maupun penurunan harga jual susu. | id |