Produksi enzim inulinase kasar dari aspergillus niger dan aplikasinya pada pembuatan sirup fruktosa dari umbi dahlia
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk
memproduksi enzim inulinase yang digunakan untuk menghidrolisis inulin dari umbi
dahlia.
Aspergillus niger merupakan salah satu mikroorganisme penghasil enzim inulinase yang dapat digunakan untuk membuat sirup fruktosa dari umbi dahlia. Untuk produksi enzim inulinase ini, Aspergillus niger di kultivasi pada suhu 37°C selama 84 jam dalam erlenmeyer goyang 250 ml yang mengandung 100 ml medium pertumbuhan. Komposisi medium ini adalah inulin, (NH4)2SO4, 5% (v/v) larutan garam, 0.5% (v/v) MgSO, 2.25M, 0.1% (v/v) trace element, dan 2% (v/v) suspensi kapang Aspergillus niger. Kandungan pada larutan garam adalah NaNO3, KCI, K2SO4, sedangkan trace element mengandung ZnSO4, asam borat, Fe2(SO4)2, CoCl2, CuSO4, ammonium molibdate, dan EDTA (disodium salt) dengan konsentrasi terlarutnya masing-masing (Kafer, 1977).
Perlakuan pada proses produksi enzim ini adalah dengan memvariasikan konsentrasi substrat inulin dan (NH4)2SO4 yang ditambahkan dalam medium pertumbuhan. Faktor perlakuan untuk substrat inulin adalah 2% (w/v), 5% (w/v), dan 10% (w/v) sedangkan faktor perlakuan untuk (NH4)2SO4 yang ditambahkan adalah 0.2% (w/v), 0.6% (w/v), dan 1.0% (w/v). Konsentrasi kedua jenis substrat tersebut kemudian dikombinasikan untuk kemudian didapat 9 jenis perlakuan. Pada tiap perlakuan, pengambilan sampel dilakukan tiap 12 jam sekali untuk mengukur nilai pH, kadar biomassa, serta nilai aktivitas enzimnya.
Kombinasi perlakuan terbaik ditentukan pada tiap perlakuan menggunakan rancangan percobaan RAL faktorial pada jam ke-72 untuk nilai aktivitas enzimnya. Didapat bahwa nilai terbaik adalah perlakuan dengan nilai konsentrasi substrat inulin 5% (w/v) yang dikombinasikan dengan konsentrasi (NH4)2SO4 yang ditambahkan 1.0% (w/v). Nilai aktivitas enzim pada faktor kombinasi perlakuan tersebut adalah 7.017 U-enzim/ml dengan laju pertumbuhan spesifik (4) 0.0489 jam. Hasil rancangan percobaan juga menunjukkan bahwa pada taraf nyata α = 0.01, faktor
penambahan substrat inulin sangat berpengaruh terhadap nilai aktivitas enzim yang
dihasilkan, sedangkan faktor penambahan (NH4)2SO4 tidak berpengaruh nyata.
