Penambahan Urea dan DL-Methionin dalam Ransum Biomassa Ubi Jalar terhadap Kecernaan Protein dan Retensi Nitrogen Kelinci Jantan Lepas Sapih
View/ Open
Date
2005Author
Herawati, Nenden Tuti
Khotijah, Lilis
Pratas, Rachjan G.
Metadata
Show full item recordAbstract
Berbagai upaya penelitian tengah dilakukan untuk mencari bahan makanan yang
berkualitas bagi ternak. Salah satu bahan makanan yang punya potensi besar untuk
dikembangkan adalah ubi jalar. Ubi jalar (Ipomea batatas) merupakan salah satu
bahan pangan yang ketersediaannya cukup banyak dan harganya relatif murah. Ubi
jalar mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, tetapi kandungan asam amino di
dalamnya relatif rendah terutama asam amino esensial methionin sehingga
penambahan DL-methionin ke dalam ransum diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
kelinci terhadap asam-asam amino tersebut, sedangkan peni3mbahan urea untuk
menyediakan sumber N yang dibutuhkan untuk mensintesis asam-asam amino.
Penelitian ini dilakukan rnulai bulan Agustus sampai Nopember 2003 yang
bertempat di Laboratorium Lapang Nutrisi Ternak Daging dan Kerja. Penelitian ini
menggunakan 24 ekor kelinci jantan lepas sapih berumur 4-6 rninggu dengan rataan
bobot badan 479 ± 84 gram. Perlakuan yang diberikan terdiri atas K = ransum
komersial, RB = ransum biomassa ubi jalar, RBU = ransum biomassa ubi jalar + 0,5% urea, RBM = ransum biomassa ubi jalar + 0,5 % Dl-methionin.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mempelajari kecemaan bahan
kering, protein dan retensi nitrogen dari ransum komplit biornassa ubi jalar yang
ditambah urea dan Dl-methionin pada kelinci. Rancangan percobaan yang digunakan
adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlak:uan dan enam ulangan.
Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA), jika terdapat
perbedaan yang nyata, dilanjutkan Uji Kontras Ortogonal (Steel dan Torrie, 1993).
Peubah yang diamati meliputi kecemaan bahan kering, protein dan retensi nitrogen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ransum komplit biomassa
ubi jalar baik yang ditambah urea (RBU) dan DL-methionin (RBM) berpengaruh
sangat nyata (p<0,01) terhadap kecemaan bahan kering dan retensi nitrogen, tetapi
tidak berpengaruh nyata terhadap kecemaan protein. Nilai neraca nitrogen semua
perlak:uan adalah positif yang berarti ada sejumlah N yang ditahan di dalam tubuh
ternak untuk pertumbuhan.
Kesimpulan yang dihasilkan menunjukkan bahwa ransum komersial (K)
mempunyai kecemaan bahan leering, kecernaan protein dan reteusi nitrogen yang
lebih baik dibandingkan dengan ransum biomassa ubi jalar (RB), ransum biomassa
ubi jalar yang ditambah 0,5% urea (RBU) dan ransum biornassa ubi jalar yang
ditambah 0,5% methionin (RBM).
Penggunaan ransum komplit biomassa ubi jalar yang ditambah urea 0,5% dan
Dl-methionin 0,5% dapat memperbaiki kecernaan protein dan retensi nitrogen
dibandingkan ransum komplit biomassa ubi jalar.

