| dc.description.abstract | Telur ayam merupakan salah satu bahan pangan asal hewan yang bernilai
gizi tinggi yang sangat penting bagi manusia. Saat ini telur banyak digunakan
dalam berbagai industri makanan, umumnya kue dan roti karena daya buihnya
lebih tinggi dari telur itik, namun daya dan kestabilan buih putih telur ayam ras
menurun seiring dengan bertambahnya umur telur. Daya dan kestabilan buih
diantaranya dipengaruhi oleh umur telur dan penambahan bahan kimia atau
stabilisator. Bahan kimia yang dapat digunakan salah satunya adalah asam sitrat.
Penelitian ini dirancang untuk mengetahui apakah daya dan kestabilan buih putih
telur ayam ras pada umur yang berbeda dapat ditingkatkan melalui penambahan
asam sitrat dengan konsentrasi tertentu sebelum dilakukan pengocokan. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai daya dan
kestabilan buih putih telur ayam ras terbaik melalui penambahan asam sitrat pada
umur telur yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Bagian Ilmu Produksi Ternak
Unggas Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini dimulai pada
Mei hingga September 2005.
Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah
Rancangan Acak Kelompok pola faktorial. Sebagai perlakuan pertama, yaitu umur
telur ayam ras yang terdiri dari 4 taraf faktor, yaitu telur segar, 7, 14, 21 hari.
Perlakuan kedua, ialah penambahan asam sitrat, yang terdiri dari 4 taraf faktor,
yaitu 0; 0,8; 1,6 dan 2,4%. Sebagai kelompok adalah telur yang dikoleksi dan
dikocok pada hari yang berbeda. Jumlah kelompok makin banyak dengan makin
lamanya umur simpan telur. Data yang diperoleh tidak memenuhi syarat ANOVA.
Oleh karena itu data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.
Hasil pengukuran daya buih menunjukkan bahwa putih telur ayam ras
segar memiliki daya buih tertinggi dibanding dengan daya buih telur ayam ras
umur 7,14 dan 21 hari. Hasil pengukuran daya buih pada putih telur ayam ras
yang ditambahkan asam sitrat menunjukkan bahwa putih telur ayam ras segar
mencapai daya buih tinggi pada level penambahan asam sitrat 0,8%, sedangkan
pada putih telur ayam umur 7,14 dan 21 hari daya buih dapat ditingkatkan dengan
level penambahan asam sitrat sebanyak 1,6%. Putih telur ayam ras segar memiliki
kestabilan buih tertinggi karena persentase tirisan buihnya paling rendah daripada
putih telur ayam umur 7, 14, dan 21 hari. Kestabilan buih putih telur ayam ras
pada umur telur 7, 14 dan 21 hari dapat ditingkatkan dengan penambahan asam
sitrat 2,4%. | id |