| dc.description.abstract | Pengukuran ukuran linear tubuh dan sifat-sifat karkas merupakan cara untuk
menilai produktivitas ternak. Bobot badan sapi merupakan indikator produktivitas
ternak yang menjadi salah satu ukuran penilaian keberhasilan manajemen
pemeliharaan dan penentu harga sapi. Pendugaan bobot badan sapi pada umumnya
hanya berdasarkan nilai ukuran linear tubuh sapi tanpa memperhatikan kondisi tubuh
sapi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan parameter tubuh dan
sifat-sifat karkas sapi potong antar kondisi tubuh yang berbeda.
Penelitian ini dilaksanakan di salah satu perusahaan peternakan penggemukan
sapi potong yang berada di Dusun Sranten, Desa Pangklungan, Kecamatan
Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Juni sampai Agustus 2006. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi
jantan hasil Inseminasi Buatan (Bos taurus X Bos indicus) sebanyak 25 ekor dan
dibagi kedalam 3 kategori skor kondisi tubuh (kurus, sedang, dan gemuk) sebagai
perlakuan. Jumlah ulangan sapi yang dipakai dari masing-masing kategori kondisi
tubuh adalah 9 ekor (gemuk), 9 ekor (sedang) dan 7 ekor (kurus). Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan data yang diperoleh dianalisa dengan
prosedur General Linier Model (GLM). Hasil yang menunjukkan perbedaan nyata
diuji lebih lanjut dengan uji jarak berganda Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tubuh yang berbeda
menghasilkan bobot potong (P<0,05), tebal lemak pangkal ekor (P<0,01), bobot
karkas, tebal lemak punggung (P<0,05) dan luas urat daging mata rusuk (P<0,05)
yang berbeda. Perbedaan tersebut mengindikasikan bahwa kondisi tubuh memiliki
pengaruh yang nyata terhadap bobot hidup sapi karena adanya perbedaan perlemakan
dan perdagingan. Ukuran linear tubuh ternak dan persentase karkas tidak berbeda
nyata (P>0,05) diantara kondisi tubuh. Ukuran linear tubuh yang sama dikarenakan
sapi tersebut sudah mengalami dewasa tubuh dan termasuk dalam kelompok ternak
dengan ukuran kerangka yang sama.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi tubuh merupakan faktor
yang penting diperhatikan dalam pendugaan bobot badan dan bobot karkas
berdasarkan ukuran-ukuran linear tubuh. | id |