Show simple item record

dc.contributor.advisorNurjanah
dc.contributor.advisorNurhayati, Tati
dc.contributor.advisorBarokah, Giri Rohmad
dc.contributor.authorLeani, Ni Made Alsipa Marta
dc.date.accessioned2023-10-24T08:54:49Z
dc.date.available2023-10-24T08:54:49Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127901
dc.description.abstractKeamanan pangan merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sektor perikanan. Penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet ikan merupakan salah satu permasalahan yang kerap ditemukan di Indonesia. Akan tetapi, secara alami ikan dapat membentuk senyawa formaldehida melalui reaksi trimetilamin oksida (TMAO). Hal ini menyebabkan sulitnya membedakan ikan dengan dan tanpa penambahan formaldehida. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi indikator pembeda berdasarkan parameter laju kemunduran mutu (organoleptik, nilai pH, TVB, FA, dan DMA) pada ikan tongkol, ekor kuning dan kembung dengan penambahan dan tanpa penambahan formalin selama 8 minggu dalam penyimpanan beku. Indikasi ikan yang mengandung formalin selama masa penyimpanan yaitu tingginya kandungan formaldehida serta DMA seiring dengan lama penyimpanan. Parameter organoleptik pada penelitian ini belum dapat dijadikan sebagai parameter pembeda yang kuatid
dc.description.abstractThe development of the fishing industry must take food safety into account. Formalin misused is one of the problems that is often found in Indonesia. However, fish are naturally able to form formaldehyde compounds through the reaction of trimethylamine oxide (TMAO). As a result, it becomes challenging to distinguish between fish possessing endogenous formaldehyde content and fish containing formalin during storage. This study aims to identify differentiating indicators with and without the addition of formaldehyde in tuna, mackerel, and yellowtail based on quality rating rate parameters (organoleptic, pH value, TVB, formaldehyde, and DMA) for 8 weeks with frozen storage. Indications of fish containing formalin during storage are high levels of total formaldehyde and DMA. Organoleptic parameters in this study could not be used as strong differentiating parameters.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleIdentifikasi Indikator Pembeda Asal Formaldehida Pada Ikan Tongkol, Kembung, dan Ekor Kuning Berdasarkan Parameter Kemunduran Mutuid
dc.title.alternativeIdentification Of Differentiating Indicators Of Formaldehyde Origin Based On Parameters Of Quality Deterioration Value In Tuna, Mackerel and Yellowtail.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordformaldehidaid
dc.subject.keywordikanid
dc.subject.keywordindikatorid
dc.subject.keywordsuhu bekuid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record