Show simple item record

dc.contributor.advisorJunior, Muhammad Zairin
dc.contributor.advisorRaswin, Muhammad M
dc.contributor.authorFeisal, Fauzan
dc.date.accessioned2023-10-23T04:13:16Z
dc.date.available2023-10-23T04:13:16Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127603
dc.description.abstractAbalort mata tujuh (Haliotis asinina) adalah komoditas barn akuakultur Indonesia yang patut dikembangkan karena memiliki tingkatan trofik yang rendah namun harganya cukup tinggi. Sebelum mengembangkan produksi abalon secara biomasa, sebaiknya dikembangkan terlebih dahulu produksi benihnya dalam jumlah banyak. Hal ini sangat berkaitan dengan reprodtiksi abalon, termasuk kelangsungan hidup embrio dan larvanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan embrio dan larva H asinina dengan mengamati langsung telur basil pemijahan di Loka Budidaya Laut Lombok. embriogenesis H asinina pada suhu 26°C berlangsung selama 5 hingga 6 jam. Larva trokofor berkembang menjadi larva veliget dan menumbuhkan statosis setelah 30 jam. Waktu perubahan dari larva veliger menjadi larva bentik diduga berlangsutig 48-72 jam setelah pembuahan. Benih yang relati mudah ditangani (1 mm) didapatkan pada umur 30 hari.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAbalonid
dc.subject.ddcEmbriogenesisid
dc.titleEmbriogenesis dan Perkembangan Larva Abalon Mata Tujuh (Haliotis asinina Liri. 1758)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record