| dc.description.abstract | Hibridisasi dapat menghasilkan individu ginogenetik, androgenetik, hibrid
diploid, triploid bahkan tetraploid. Hibridisasi dapat dilakukan antar strain berbeda
dalam satu spesies, antar spesies berbeda dalam satu genus, dan antar genus berbeda
dalam satu famili. Hibridisasi dapat terjadi secara alami atau buatan. Ginogen yang
dihasilkan dari hibridisasi adalah ginogenesis spontan.
Ginogenesis pada ikan sumatra (Puntius tetrazona Blkr.) bertujuan untuk
memproduksi keturunan dengan homozigositas yang tinggi, dalam waktu yang lebih
cepat. Untuk menunjang proses ginogenesis ikan sumatra, perlu diketahui lebih
dahulu donor sperma dari spesies ikan yang berbeda yang dapat digunakan untuk
membuahi telur ikan sumatra, dan menghasilkan hibrid yang mudah dikenali atau
larva yang tidak mampu berkembang, untuk memudahkan identifikasi.
Penelitian dilakukan pada bulan April 2004 - Desember 2004, bertempat di
Kolam Babakan, Sawah Baru Darmaga dan Laboratorium Pengembangbiakan dan
Genetika Ikan FPIK - IPB. Telur yang digunakan berasal dari ikan sumatra bei.lna,
sedangkan sperma berasal dari ikan tawes, ikan mas, ikan nilem, ikan komet dan ikan
sumatra jantan. Tiap perlakuan hibridisasi dilakukan dalam tiga kali percobaan,
kecuali hibridisasi dengan ikan komet (satu kali percobaan). Telur berasal dari induk
betina yang berbeda. Parameter yang diamati yakni : lamanya waktu untuk mencapai
tahap 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, banyak sel (morula); persentase FR, SRe dan HR dari
tiap perco baan pada tiap per lakuan.
Kisaran lama waktu yang diperlukan untuk mencapai tahap 2 sel yaitu 23-28
menit setelah pembuahan, tahap 4 sel berkisar pada 34-39 menit setelah pembuahan,
tahap 8 sel berkisar pada 45-50 menit setelah pembuahan, tahap 16 sel berkisar pada
56-61 menit setelah pembuahan dan tahap panyak sel (morula) berkisar pada 65-71
menit setelah pembuahan.
Rata-rata persentase FR, SRe, HR tertinggi berturut-turut terdapat pada
perlakuan hibridisasi antara : ikan sumatra x ikan nilem (93.88%), ikan sumatra x
ikan mas (61.38%), ikan sumatra x ikan tmves (36.39%). Seluruh larva hasil
hibridisasi pada percobaan ini mengalami ketidaknormalan bentuk dan pada akhirnya
tidak ada yang hidup, kecuali pada perlakuan ikan sumatra x ikan sumatra (kontrol),
ikan sumatra x ikan komet (1 ekor) dan ikan sumatra x ikan nilem (1 ekor).
Dari empat spesies ikan pendonor sperma yang digunakan (ikan tawes, ikan
nilem, ikan mas dan ikan komet), diketahui bahwa sperma dari empat spesies ikan itu
mampu membuahi telur ikan sumatra. Sedangkan ikan yang dapat digunakan untuk
donor sperma dalam proses ginogenesis ikan sumatra adalah ikan tawes dan ikan mas. | id |