Show simple item record

dc.contributor.advisorSudarman, Asep
dc.contributor.advisorHermana, Widya
dc.contributor.authorNingsih, Ika Junia
dc.date.accessioned2023-10-20T01:10:05Z
dc.date.available2023-10-20T01:10:05Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127287
dc.description.abstractTetrasiklin dan kopi merupakan feed additive yang mungkin bisa ditambahkan dalanansum standar dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja produksi pada ayam kai pung selama masa pertumbuhannya. Kopi merupakan stimulator untuk aktivitas biologis tubuh dan dianggap mampu merangsang pertumbuhan berdasarkan pengaruhnya terhadap kerja otot halus, proses sekresi, metabolisme, kerja jantung, pembuluh darah, dan sistem syaraf (Clifford dan Wilson, 1985). Sementara antibiotik tetrasiklin merupakan jenis antibiotik dengan spektrum yang paling luas sebagai zat antibakteri, sehingga mampu digunakan dalam pencegahan penyakit dan pemacu pertumbuhan (Biyatmoko, 1997). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan ternak sebanyak 72 ekor ayam kampung berumur 6 minggu dan dipelihara selama 8 minggu percobaan. Ransum yang digunakan terdiri dari 2 level kopi, yaitu 0% dan 0,4% dan 2 level tetrasiklin, yaitu 0% dan 0,003%. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial 2 x 2 yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan, dengan Faktor A adalah level pemberian tetrasikiin, sedangkan Faktor B adalah level pemberian kopi. Untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan dilakukan Analisis Ragam (ANOVA). Jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan (Steel dan Torrie, 1993). Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, bobot badan, konsumsi air minum, dan mortalitas. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam diketahui bahwa penambahan kopi pada level 0,4% dan tetrasiklin pada level 0,003% dalam ransum ayam kampung, yang dipelihara selama 8 minggu tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, bobot badan, dan konsumsi air minum. Berdasarkan sidik ragam terhadap interaksi kopi dengan terasiklin diketahui pula bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara kopi dengan tetrasiklin terhadap semua...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural Universityid
dc.subject.ddcAyam kampungid
dc.titlePengaruh penambahan tetrasiklin dan kopi dalam ransum berenergi 2600 KKAL/KG terhadap kinerja produk ayam kampung pada masa pertumbuhanid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKopiid
dc.subject.keywordTetrasiklinid
dc.subject.keywordPertambahan bobot badanid
dc.subject.keywordKonsumsi pakanid
dc.subject.keywordKonversi pakanid
dc.subject.keywordBobot badan akhirid
dc.subject.keywordKonsumsi air minumid
dc.subject.keywordMortalitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record