| dc.contributor.advisor | Marimin | |
| dc.contributor.advisor | Darmawan, Muhammad Arif | |
| dc.contributor.author | Nurhasanah, Pirda | |
| dc.date.accessioned | 2023-08-11T15:15:17Z | |
| dc.date.available | 2023-08-11T15:15:17Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123767 | |
| dc.description.abstract | Keju merupakan produk olahan susu yang memiliki berbagai manfaat, keju
dapat dijadikan sebagai campuran makanan dan dapat dijadikan snack yang sehat.
Keju memiliki karakteristik yang berbeda dari bahan makanan lainnya sehingga
penting bagi perusahaan untuk memperhatikan risiko selama rantai pasok agar
produk tetap dalam kondisi yang baik hingga konsumen akhir. Penelitian ini
dilakukan untuk menganalisis kondisi situasional rantai pasok, mengidentifikasi
kejadian risiko, agen risiko serta aksi mitigasi risiko. Analisis situasional
menggunakan metode Food Supply chain Network (FSCN), yang dikembangkan
oleh Van der Vorst. HOR (House of risk) digunakan untuk menganalisis risiko yang
dilakukan pada dua titik yaitu distributor dan retailer. Pada titik distributor dan
retail berturut-turut teridentifikasi kejadian risiko dan agen risiko sebanyak 15 ,11
kejadian risiko dan 23, 15 agen risiko. Terdapat empat prioritas tindakan mitigasi
pada tingkat distributor dan enam aksi mitigasi risiko di tingkat retail. Menurut para
pakar, tindakan yang sebaiknya dilakukan yakni mengadakan pelatihan internal
secara rutin untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan melakukan evaluasi
penerapan SOP. | id |
| dc.description.abstract | Cheese is a processed dairy product that has various benefits, cheese can be
used as a food mixture and can be used as a healthy snack. Cheese has different
characteristics from other food ingredients, so it is important for companies to pay
attention to risks throughout the supply chain so that the product remains in good
condition until the final consumer. This research was conducted to analyze supply
chain situational conditions, identify risk events, risk agents and risk mitigation
actions. Situational analysis uses the Food Supply chain Network (FSCN) method
developed by Van der Vorst. HOR (House of risk) is used to analyze risks that are
carried out at two points, namely distributors and retailers. At the distributor and
retail points, 15,11 risk events and 23,15 risk agents were identified respectively.
There are four priority mitigation actions at the distributor level and six risk
mitigation actions at the retail level. According to experts, the best course of action
is to conduct regular internal training to improve workforce competence and
evaluate the implementation of SOPs. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Analisis dan Mitigasi Risiko Rantai Pasok Dingin (Cold Chain) Produk Keju di PT XYZ | id |
| dc.title.alternative | Risk Analysis and Mitigation of Cheese Product Supply chain at PT XYZ | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | cheese, HOR, mitigation, risk, supply chain | id |