Show simple item record

dc.contributor.advisorSudrajat, Agus Oman
dc.contributor.advisorSoelistyowati, Dinar Tri
dc.contributor.authorHamsyana, Fadly Adams
dc.date.accessioned2023-08-07T07:35:59Z
dc.date.available2023-08-07T07:35:59Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123168
dc.description.abstractIkan nila jantan memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila betina. Maskulinisasi pada ikan nila dilakukan untuk mempercepat masa produksi ikan dengan metode budidaya monoseks. Proses maskulinisasi dapat dilakukan dengan pemberian hormon androgen untuk menginduksi pengarahan kelamin jantan pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan ekstrak dan serbuk buah pinus dengan metode perendaman dan suplementasi dalam pakan pada larva ikan nila berumur 5 hari selama 60 hari pemeliharaan. Terdapat empat perlakuan yaitu perendaman dengan ekstrak buah pinus dosis 0,2 ml.L-1 air selama 10 jam (I), perendaman dengan ekstrak buah pinus dan suplementasi serbuk buah pinus dalam pakan dosis 0,5 g/kg pakan (IS0,5), perendaman dengan ekstrak buah pinus dan suplementasi serbuk buah pinus dalam pakan pakan dosis 1g/kg pakan (IS 1,0) dibandingkan dengan perlakuan kontrol tanpa penggunaan ekstrak maupun serbuk buah pinus (K). Nilai nisbah kelamin jantan tertinggi yang dihasilkan yaitu pada perlakuan IS 1,0 sebesar 74,17±1,67%, dibandingkan dengan perlakuan IS 0,5 sebesar 66,67±7,20%, perlakuan I sebesar 61,67 ± 4,30% dan perlakuan kontrol sebesar 55,00±7,93 %. Berdasarkan penelitian ini, perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan IS 1,0 dengan perbedaan sebesar 19.17% dibandingkan perlakuan kontrol. Sintasan ikan tertinggi yang didapatkan pada perlakuan IS 1,0 memiliki nilai sebesar 95,5±1,0 %id
dc.description.abstractMale tilapia fish have faster growth compared to female tilapia. Masculinization in tilapia is performed to accelerate fish production using the monosex culture method. The masculinization process can be achieved by administering androgen hormones to induce male sex determination in the fish. This study aims to determine the effectiveness of using pine fruit extract and powder through immersion and supplementation methods in the diet of 5-day-old tilapia larvae for a 60-day rearing period. There are four treatments: immersion with pine fruit extract at a dosage of 0.2 ml/L of water for 10 hours (I), immersion with pine fruit extract and supplementation of pine fruit powder in the diet at a dosage of 0.5 g/kg of feed (IS 0.5), immersion with pine fruit extract and supplementation of pine fruit powder in the diet at a dosage of 1 g/kg of feed (IS 1.0), compared to the control treatment without the use of extract or pine fruit powder (K). The highest male sex ratio obtained was in the IS 1.0 treatment, which amounted to 74.17 ± 1.67%, compared to the IS 0.5 treatment at 66.67 ± 7.20%, the I treatment at 61.67 ± 4.30%, and the control treatment at 55.00 ± 7.93%. Based on this study, the best treatment was found in the IS 1.0 treatment with a difference of 19.17% compared to the control treatment. The highest fish survival rate obtained in the IS 1.0 treatment was 95.5 ± 1.0%.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePenggunaan kombinasi ekstrak dan serbuk buah pinus (Pinus merkusii) pada maskulinisasi ikan nila merah (Oreochromis sp.)id
dc.title.alternativeThe use of a combination of pine (Pinus merkusii) extract and powder in masculinization of red tilapia (Oreochromis sp.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordNilaid
dc.subject.keywordmaskulinisasiid
dc.subject.keywordbuah pinusid
dc.subject.keywordpertumbuhanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record