| dc.description.abstract | Ikan laut dalam merupakan salah satu komoditas perairan yang dapat
dimanfaatkan menjadi sumber minyak ikan untuk mencukupi kebutuhan nasional.
Kandungan polyunsaturated fatty acids (PUFA) pada minyak ikan laut dalam
memiliki efek imunomodulator yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan kadar lemak dari spesies ikan laut dalam yang berbeda, suhu optimal
pada ekstraksi pemanasan suhu rendah, dan potensi minyak hati ikan cucut
(Centrophorus granulosus) sebagai imunostimulan. Penelitian ini menggunakan
metode ekstraksi wet dan dry rendering dengan variasi perlakuan suhu rendah (40,
50, 60, 70°C). Pengujian aktivitas imunostimulan dilakukan secara in vitro dengan
melihat indeks fagositosis dan proliferasi sel splenosit mencit. Kadar lemak hati
ikan cucut sebesar 53,3% merupakan kadar lemak tertinggi dibandingkan ikan
tenggiri laut dalam (2,43%), gurnard bintik hitam (0,76%), dan layur laut dalam
(0,57%). Suhu 60°C merupakan suhu optimal pada ekstraksi wet rendering dan
70°C pada ekstraksi dry rendering. Hasil pengujian aktivitas proliferasi sel splenosit
menunjukkan hati dan minyak hati ikan cucut dapat meningkatkan proliferasi sel
splenosit sehingga berpotensi sebagai imunostimulan. | id |