Show simple item record

dc.contributor.advisorNursyamsiah, Tita
dc.contributor.advisorMahanani, Yekti
dc.contributor.authorKarimah, Shofiatul
dc.date.accessioned2023-01-03T14:25:52Z
dc.date.available2023-01-03T14:25:52Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/115840
dc.description.abstractMasyarakat dapat berkontribusi dalam pengadaan dana pendidikan melalui skema wakaf produktif. Namun, pengelolaan wakaf produktif untuk pendidikan belum sepenunya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman, serta prioritas strategi dalam pengelolaan wakaf pendidikan perguruan tinggi oleh nazir Lembaga Yakesma. Metode yang digunakan adalah Analytic Network Process (ANP) dengan jaringan Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT). Hasil menunjukkan bahwa memanfaatkan peluang menjadi prioritas utama dalam mengelola wakaf pendidikan perguruan tinggi oleh nazir Yakesma. Variabel kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang paling berpengaruh yaitu profesionalisme nazir menjalankan tugas, sumber daya nazir yang terbatas, adanya mitra wakaf, dan kurangnya kontinuitas wakif untuk berwakaf. Strategi yang paling prioritas untuk diterapkan adalah memperluas kerja sama penghimpunan dana wakaf pendidikan perguruan tinggi.id
dc.description.abstractCommunities can contribute to the provision of education funds through productive waqf schemes. However, the management of productive waqf for education is not yet optimal. This study aims to identify the aspects of strengths, weaknesses, opportunities, threats, and strategic priorities in the management of higher education waqf by Nazir Yakesma Institute. The method used is the Analytic Network Process (ANP) with the Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT) network. The results shows that taking the advantage of opportunities is a top priority in managing tertiary education waqf by Nazir Yakesma. The most influential variables of strengths, weaknesses, opportunities, and threats is nazir's professionalism in carrying out their duties, limited nazir's resources, the presence of waqf partners, and the lack of wakif continuity for waqf. The most priority strategy to be implemented was to expand cooperation in collecting waqf funds for higher education.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengelolaan Wakaf Pendidikan Perguruan Tinggi Dengan Pendekatan ANP-SWOT (Studi Kasus: Lembaga Yakesma).id
dc.title.alternativeTertiery Education Waqf Management Strategy with ANP-SWOT Approach (Study of Yakesma Institute)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordANP-SWOTid
dc.subject.keywordeducation fundid
dc.subject.keywordeducational waqfid
dc.subject.keywordnazirid
dc.subject.keywordstrategyid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record