Show simple item record

dc.contributor.advisorYuliati, Lilik Noor
dc.contributor.authorFajriani, Zhalfa Kirana
dc.date.accessioned2022-09-25T23:53:04Z
dc.date.available2022-09-25T23:53:04Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/114651
dc.description.abstractKeterbatasan pendengaran dan komunikasi akan berdampak pada perlakuan dan pelayanan yang diterima oleh konsumen Tuli, seperti perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh karakteristik dan kemandirian responden terhadap kerentanan konsumen Tuli pengguna layanan perbankan. Penelitian ini menggunakan mix methods. Penelitian kuantitatif menggunakan purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner kepada 70 responden Tuli berusia lebih dari sama dengan 17 tahun dan pernah mengakses layanan perbankan selama tiga tahun terakhir secara mandiri. Desain kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam kepada lima responden Tuli di komunitas Diffable Action Kota Bogor. Riset menunjukkan bahwa usia dan riwayat Tuli memiliki hubungan positif signifikan dengan kemandirian. Pendidikan memiliki hubungan negatif signifikan dengan risiko kerugian. Riwayat Tuli dan kemandirian memiliki hubungan positif signifikan dengan kerentanan konsumen. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa semakin mandiri konsumen Tuli, maka semakin rentan dalam mengakses jasa perbankan. Selain itu, konsumen Tuli sejak lahir memiliki peluang kerentanan yang tinggi daripada konsumen Tuli tidak sejak lahir.id
dc.description.abstractHearing and communication limitations will impact the treatment and services received by deaf consumers, such as banking. This study aims to analyze the relationship and influence of respondents' characteristics and independence on the vulnerability of deaf consumers who use banking services. This research uses mixed methods. Quantitative research uses purposive sampling by distributing questionnaires to 70 deaf respondents who are more than 17 years old and have independently accessed banking services for the last three years. The qualitative design was carried out by in-depth interviews with five deaf respondents in the Diffabel Action community in Bogor City. Research shows that age and deafness profile has a significant positive relationship with consumer independence. Education has a significant negative relationship with the risk of loss. Deafness profile and independence have a significant positive relationship with consumer vulnerability. The results of the regression test show that the more independent Deaf consumers are, the more vulnerable they are to accessing banking services. In addition, deaf consumers from birth have a higher chance of vulnerability than deaf consumers not from birth.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKemandirian dan Kerentanan Konsumen Tuli dalam Bidang Pelayanan Keuangan Perbankanid
dc.title.alternativeIndependence and Vulnerability of Deaf Consumer in Banking Financial Servicesid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordconsumer vulnerabilityid
dc.subject.keyworddeaf peopleid
dc.subject.keywordfinancial servicesid
dc.subject.keywordindependenceid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record