Show simple item record

dc.contributor.advisorMuladno
dc.contributor.advisorSuharto, Kresno
dc.contributor.authorPrihatiningrum, Mentari Dwi
dc.date.accessioned2022-07-08T07:35:51Z
dc.date.available2022-07-08T07:35:51Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112352
dc.description.abstractSusu merupakan salah satu komoditi peternakan perah yang menjadi sumber protein andalan dan ekonomis. Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan peningkatan konsumsi susu. Namun, konsumsi susu belum diimbangi dengan peningkatan produksi susu dan populasi sapi perah. Inseminasi buatan dapat meningkatkan reproduksi ternak yang dapat meningkatkan populasi dan poduksi ternak. Dilakukan wawancara terhadap inseminator dan 96 responden terkait identitas responden dan manajemen reproduksi. Data yg dihasilkan menunjukkan bahwa peternak tergolong dalam usia produktif dengan pengalaman beternak yang cukup lama dan peternak sudah mengetahui tanda birahi pada sapi. Parameter keberhasilan Inseminasi Buatan yang digunakan adalah S/C, DO, dan CI. Nilai S/C pada tahun 2020-2022 sebesar 6,70; 4,75; 4,14. Nilai DO pada tahun 2020-2022 adalah 250,26 hari; 225,41 hari; dan 232,55 hari. Nilai CI pada tahun 2020-2022 adalah 17 bulan; 16,13 bulan; dan 16,44 bulan. Rendahnya pelaksanaan reproduksi disebabkan oleh manajemen pemberian pakan yang belum maksimal yang ditandai dengan masih tingginya kasus gangguan reproduksi yang masih tinggi. Perbaikan manajemen pemberian pakan dengan memperhatikan kualitas pakan dan pemberian mineral tambahan harus dilakukan.id
dc.description.abstractMilk is dairy farming commodities which is an economical and excellent source of protein. The increase in population will be followed by increase milk consumption. However, milk production and dairy cow population still very low. Artificial insemination can improve reproduction of dairy cattle which is can improve population and production of livestock. Interviews were conducted with inseminator and 96 respondents regarding the identity o the respondent and reproductive management. The resulting data showed that the farmer are of productive age with a long experience of dairy cattle. The result showed that t value of S/C in 2020-2022 is 6,70; 4,75; and 4,14. DO value in 2020-2022 is 250,26 days; 225,41 days, and 232,55 days. CI value in 2020-2022 is 17;16,13;and 16,44 month. One of the reason for low implementation of reproduction is the high of cases in reproductive disorder that are still high. Improvements in feeding management by taking into account the quality of feed and the provision of additional minerals must be carried out.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleImplementasi Inseminasi Buatan Pada Sapi Perah Di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Syariah Jawa Timurid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keyworddairy cattleid
dc.subject.keyworddays openid
dc.subject.keywordcalving intervalid
dc.subject.keywordservice per conceptionid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record