Show simple item record

dc.contributor.advisorFuah, Asnath Maria
dc.contributor.advisorMendrof, Verika Armansyah
dc.contributor.authorSuwandi, Jovan Meinardo
dc.date.accessioned2022-06-17T04:07:06Z
dc.date.available2022-06-17T04:07:06Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112088
dc.description.abstractCacing tanah merupakan salah satu satwa harapan yang memiliki potensi besar sebagai ternak pendukung dari peternakan terintegrasi. Lumbricus rubellus merupakan cacing berukuran relatif kecil dengan panjang antara 4-6 cm dan bewarna merah kecokelatan atau merah-violet. Cacing tanah berkembang dengan mengonsumsi bahan organik yang berada di lingkungan sekitarnya. Keberagaman mikroorganisme di suatu ruang ditentukan oleh beberapa faktor seperti temperatur, kelembaban, dan paparan cahaya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh perbedaan cahaya lampu pijar dengan perlakuan lama paparan 24 jam, 12 jam, dan tanpa cahaya. Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan digunakan dalam penelitian ini. Peubah yang diamati terdiri atas angka mortalitas, pertambahan bobot badan populasi, dan konversi media hidup dan pakan menjadi vermikompos. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa perlakuan paparan cahaya 24 jam menunjukkan nilai peubah cacing tanah yang lebih tinggi dari perlakuan 12 jam dan lebih rendah dari kontrol tanpa paparan cahaya. Seluruh perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap konversi bobot media. Dalam pemeliharaan metode paling optimal menggunakan cahaya lampu selama 24 jam, dengan nilai lux cahaya yang lebih rendah dari 60 lux.id
dc.description.abstractEarthworm is one of the prospective animals which have enormous potential as supporting livestock in integrated farming system. Lumbricus rubellus is a relatifly small worm with approximate length of 4-6 cm and red brown or red-violet in terms of color. This animal fed on organic matters within the soil and proceed to decomposting organic matter. Microorganism’s diversity in a place are decided by several factors such as temperature, humidity, and exposure of light. The purpose in this study was to investigate the influence of different light exposure period of 24 hours, 12 hours, and without light exposure. The results shown by this study revealed that 24 hours light exposure treatment has better results on earthworm productivity, although not exceeding the control treatment’s result (no light exposure). Complete Randomization Design used as experiment design in this study. All treatment did not have real influnces to medium’s weight conversion rate. The most optimal method of utilising light would be 24 hours of exposure with lux rate lower than 60 lux.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Periode Paparan Cahaya Lampu Pijar Terhadap Produktivitas Cacing Tanah Lumbricus rubellusid
dc.title.alternativeInfluence of Incandescent Bulb’s Lighting Period on Lumbricus rubellus’s Productivityid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordDekomposisiid
dc.subject.keywordLumbricus rubellusid
dc.subject.keywordMikroorganismeid
dc.subject.keywordPaparan cahayaid
dc.subject.keywordProduktivitasid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record