Show simple item record

dc.contributor.advisorIndrasti, Nastiti Siswi
dc.contributor.advisorIsmayana, Andes
dc.contributor.authorFirdaus, Shafira Maharani
dc.date.accessioned2022-06-03T06:59:41Z
dc.date.available2022-06-03T06:59:41Z
dc.date.issued2022-06-03
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111930
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi efisiensi produksi dengan menganalisa penerapan produksi bersih pada proses produksi tahu. Metode yang digunakan diantaranya tahap wawancara atau quick scan, identifikasi limbah dan inefisiensi (loss), identifikasi peluang produksi bersih, dan analisis kelayakan dari aspek teknis, lingkungan, dan ekonomi, serta penentuan prioritas penerapan produksi bersih. Tahapan proses pembuatan tahu yaitu perendaman, pencucian, penggilingan, pemasakan, penyaringan dan pengepresan, penggumpalan, penyaringan, pencetakan, pengepresan dan pemotongan, serta pewarnaan. Limbah yang terbentuk pada proses pembuatan tahu adalah limbah padat dan limbah cair yangdihasilkan selama proses produksi berlangsung. Konsumsi energi pada bagian produksi sebesar 41,509 MJ/kg kedelai dan bagian non produksi sebesar 0,0313 MJ/kg kedelai. Alternatif produksi bersih yang direkomendasikan yaitu (1) pencucian kedelai secara bertahap dengan nilai PBP 0,13 tahun dan B/C ratio 4,7 (2) penerapan Good Manufacturing Practice dengan nilai PBP 0,12 tahun dan B/C ratio 5,28 (3) penggunaan boiler untuk pemasakan sistem uap dengan nilai PBP 0,13 tahun dan B/C ratio 4,2 (4) pembuatan pupuk organik cair dari whey dengan nilai PBP 0,01 tahun dan B/C ratio 4,3 (5) pemanfaatan limbah cair menjadi biogas dengan nilai PBP 0,29 tahun dan B/C ratio 3,6. Berdasarkan hasil dari pemilihan prioritas peluang produksi bersih yang dilakukan didapatkan prioritas pertama yaitu pembuatan pupuk organik cair dari wheyid
dc.description.abstractThis research aims to identify the potential of production efficiency by analyzing the application of cleaner production to the tofu production process. The methods used include the interview or quick scan stage, identification of waste and inefficiency (loss), identification of cleaner production opportunities, and feasibility analysis of technical, environmental, and economic aspects, as well as prioritizing the implementation of cleaner production. The stages of tofu manufacturing process are soaking, washing, grinding, cooking, filtering and pressing, clumping, filtering, printing, pressing and cutting, and coloring. The waste formed in the tofu manufacturing process is solid waste and liquid waste produced during the production process. Energy consumption in the production section amounted to 41,509 MJ / kg ofsoybeans andnon-production parts of 0.0313 MJ / kg ofsoybeans. Recommended net production alternatives are (1) gradual soy washing with a PBP value of 0.13 years and B /C ratio of 4.7 (2) the application of Good Manufacturing Practicewith a PBP value of0.12 years anda B/C ratio of 5.28 (3) the use of boilers for steam system cooking with a PBP value of 0.13 years and a B/C ratio of 4.2 (4) making liquid organic fertilizer from whey with a PBP value of 0.01 years and B/C ratio of 4.3 (5) utilization of liquid waste into biogas with a PBP value of 0.29 years and a B/C ratio of 3.6. Based on the results of the selection of priority of cleaner production opportunities carried out, the first priority is the manufacture ofliquid organic fertilizer from whey.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKajian Peluang Penerapan Produksi Bersih Pada Industri Tahu Bandung (Studi Kasus di Industri Tahu PD XYZ Kota Serang)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordCleaner Productionid
dc.subject.keywordB/C ratioid
dc.subject.keywordIndustry Tofuid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record