View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Variasi rasio thickening agent terhadap epoksida olein sebagai base oil pada pembuatan bio grease

      Thumbnail
      View/Open
      FULL TEXT (6.899Mb)
      abstrak (12.32Kb)
      PENDAHULUAN (34.44Kb)
      TINJAUAN PUSTAKA (186.8Kb)
      METODE (82.04Kb)
      HASIL DAN PEMBAHASAN (176.7Kb)
      SIMPULAN DAN SARAN (9.253Kb)
      Date
      2021
      Author
      Dewi, Anggita savira
      Hambali, Erliza
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bio grease atau yang dikenal dengan nama gemuk adalah salah satu jenis pelumas yang berbentuk semi padat atau cairan kental yang terbuat dari campuran antara base oil dan thickener. Bio grease dimanfaatkan untuk mengurangi gesekan, panas. Selain itu bio grease dibutuhkan untuk melindungi komponen-komponen mesin dari keausan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh bio grease dengan komposisi rasio thickener yang paling optimal serta dilakukan pengujian terhadap bio grease yang dihasilkan. RBDPO yang telah diepoksidasi dengan perbandingan olein: asam asetat: H2O2 sebesar 1:4:9 digunakan menjadi base oil sedangkan pengental yang dipilih untuk pembuatan bio grease adalah pengental jenis kalsium kompleks yaitu campuran antara sabun utama dan sabun pengompleks dengan perbandingan 1:3, 1:5, serta 1:7. Sabun utama yang digunakan adalah asam stearat dengan Ca(OH)2 sedangkan yang digunakan sebagai sabun pengompleks adalah asam asetat dengan Ca(OH)2. Proses pembuatan bio grease dilakukan dalam rangkaian labu leher tiga yang dipanaskan dan dilakukan pengadukan. Setelah proses selesai campuran diaduk hingga menjadi homogen. Uji yang dilakukan untuk epoksida olein sebelum digunakan sebagai base oil adalah uji bilangan iod dan uji bilangan oksiran. Hasil bilangan iod epoksida olein sebesar 33,096 I2/g dan bilangan oksiran sebesar 0,994. Berdasarkan uji yang dilakukan pada bio grease dengan komposisi 83% w/w base oil dan 17% w/w pengental serta perbandingan pengental 1:3 memiliki hasil terbaik dengan nilai viskositas sebesar 93.167 mPa.s, densitas sebesar 0,947 g/cm3, dropping point sebesar 129oC, worked penetration sebesar 338×0,1mm, unworked penetration sebesar 333×0,1mm dan termasuk dalam NLGI number 1 dengan konsistensi lunak serta termasuk dalam ketahanan korosi kategori 2C.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106506
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4356]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository