| dc.description.abstract | Minyak ikan sardin hasil samping industri pengalengan memiliki potensi yang tinggi sebagai sumber omega-3 namun memiliki kualitas yang rendah sehingga diperlukan proses pemurnian. Proses pemurnian minyak ikan dapat dilakukan dengan adsorben misalnya bentonit dan kitosan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kombinasi terbaik dari dua adsorben yaitu bentonit dan kitosan pada pemurnian minyak ikan terhadap kualitas minyak ikan sesuai standar IFOS. Penggunaan kombinasi adsorben bentonit 3% (b/b) dan kitosan 3% (b/b) secara bersamaan menghasilkan minyak ikan sardin dengan kualitas oksidasi terbaik yaitu nilai asam lemak bebas sebesar 1.07%, bilangan asam 2.35 mgKOH/g, bilangan peroksida 7.86 mEq/kg, bilangan p-anisidin 12.82 mEq/kg, nilai total oksidasi 28.55 mEq/kg, dan rendemen 71.00%. Hasil tersebut menunjukan bahwa nilai asam lemak bebas, bilangan asam, dan bilangan p-anisidin sudah sesuai standar IFOS, namun memiliki bilangan peroksida dan nilai total oksidasi belum sesuai standar IFOS. Proses pemurnian menggunakan adsorben bentonit 3% dan kitosan 3% dilanjutkan dengan bleaching magnesol 5% menghasilkan minyak ikan dengan nilai karakteristik oksidasi sesuai dengan persyaratan IFOS. | id |