Show simple item record

dc.contributor.advisorAstuti, Dewi Apri
dc.contributor.advisorDiapari, Didid
dc.contributor.authorJono, Silke Zorena
dc.date.accessioned2020-12-24T01:46:06Z
dc.date.available2020-12-24T01:46:06Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104730
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian pakan flushing pada induk domba dengan sumber energi berbeda yang berasal dari minyak kelapa sawit dan minyak lemuru terhadap profil hematologi serta pola hematologi induk domba selama bunting. Induk domba bunting membutuhkan nutrien tinggi seperti energi dan protein untuk kebutuhan utama serta pertumbuhan janin. Profil hematologi pada induk domba selama kebuntingan bersifat fluktuatif berhubungan dengan status kesehatan. Minyak digunakan dalam ransum sebagai sumber energi. Asam lemak dalam minyak berperan sebagai prekursor hormon reproduksi yang dapat memengaruhi status hematologi. Penelitian ini menggunakan minyak kelapa sawit yang mengandung asam lemak jenuh (SFA) dan minyak ikan lemuru yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda (PUFA). Dua belas ekor Domba Garut digunakan dalam penelitian ini dianalisa menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan dibagi ke dalam 4 perlakuan dan 3 kelompok. Data dari profil hematologi dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) serta uji lanjut Duncan. Perlakuan yang diberikan adalah T0 = ransum basal tanpa minyak, T1 = Ransum flushing mengandung 6% minyak kelapa sawit, T2 = Ransum flushing mengandung 3% minyak kelapa sawit dan 3% minyak lemuru, dan T3 = Ransum flushing mengandung 6% minyak lemuru. Pola nilai hematologi selama fase kebuntingan induk (sebelum bunting, awal bunting, tengah bunting, akhir bunting, dan setelah kelahiran anak) dianalisis secara deskriptif. Parameter yang diamati adalah jumlah eritrosit, jumlah leukosit, persentase hemoglobin, dan persentase hematokrit. Hasil menunjukkan perlakuan T3 memengaruhi jumlah leukosit, dan perlakuan T2 dan T3 memengaruhi jumlah eritrosit. Jumlah eritrosit, leukosit, kadar hemoglobin, serta hematokrit induk domba mengalami perubahan selama masa kebuntingan. Nilai hematologi tertinggi terdapat pada fase setelah kelahiran anak.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcNutrition and Feed Technologyid
dc.titleGambaran Hematologi Induk Domba selama Bunting yang diberi Pakan Flushingid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordhematologiid
dc.subject.keywordinduk dombaid
dc.subject.keywordpakan flushingid
dc.subject.keywordPUFA, SFAid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record