| dc.description.abstract | Ayam kokok-balenggek (AKB) merupakan salah satu ayam pesuara untuk kontes yang berasal dari Sumatera Barat. Pengembangan metode penilaian karakteristik suara song ayam berdasarkan umur yang berbeda merupakan salah satu alternatif untuk menentukan potensi AKB yang akan diikutsertakan dalam kontes, mengingat sampai saat ini masih belum digunakan dalam kontes AKB. AKB jantan yang digunakan sebanyak 21 ekor pada penelitian ini yang terdiri dari 3 kelompok umur, yaitu (1). U1 (umur 7-12 bulan, n = 6), (2). U2 (umur 12-24 bulan, n = 7), dan U3 (umur lebih dari 24 bulan, n = 8). Ayam kokok-balenggek yang digunakan juga berdasarkan karakteristik suara song yang dihasilkannya, meliputi Rantak Gumarang (AKB RG), Ginyang (AKB GN) dan Si Gegek Angin (AKB SGA). Suara ayam direkam dengan mikrofon Sennheiser ME66 tipe shotgun dan alat perekam Sony PCM D50. Analisis waveform, jumlah suku kata dan lenggek suara, durasi, amplitudo, frekuensi, dan kekuatan dilakukan dengan menggunakan software Raven Pro 1.4. AKB GN2 pada umur 12-24 bulan memiliki durasi paling panjang (2.6 detik) dan nilai max power paling besar yaitu 457.6 dB, jika dibandingkan dengan AKB lainnya. Karakteristik waveform, durasi (detik), amplitudo (u), frekuensi (Hz), dan power (dB) yang dihasilkan pada setiap kategori umur ayam kokok-balenggek berbeda-beda. Ayam kokok-balenggek dengan jenis suara RG dan SGA memiliki kualitas suara yang lebih baik pada umur 7-12 bulan. AKB dengan jenis suara GN memiliki kualitas suara yang lebih baik pada umur 12-24 bulan. | id |