Show simple item record

dc.contributor.advisorYuwono, Arief Sabdo
dc.contributor.authorNatali, Michelle
dc.date.accessioned2019-10-24T06:35:28Z
dc.date.available2019-10-24T06:35:28Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/99218
dc.description.abstractSampai saat ini belum ada standar dalam penilaian kesehatan ekosistem di Indonesia, sehingga kesehatan ekosistem perdesaan belum dapat dievaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung indeks kesehatan ekosistem perdesaan di Pulau Jawa dan Madura dan menyusun suatu pendekatan kuantitatif sistem penilaian kesehatan ekosistem perdesaan dengan enam parameter yakni indeks pencemaran udara (IPU), indeks pencemaran air (IPA), indeks tutupan hutan (ITH), indeks keanekaragaman hayati, indeks kesehatan masyarakat (IKM), dan indeks kualitas lingkungan (IKL). Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei 2019 dengan data yang diperoleh dari dokumen pengelolaan lingkungan hidup daerah. Berdasarkan data yang telah didapatkan, diperoleh nilai kualitas ekosistem Kabupaten Bandung, Temanggung, Bangkalan, Magetan sebesar 67,03; 80,68; 81,76 dan 78,66. Keempat nilai tersebut melebihi standar IKLH Nasional tahun 2017 yakni 66,46. Ini berarti keempat kabupaten memiliki ekosistem yang terkelola dengan baik. Kabupaten Pandeglang memiliki nilai IKLH sebesar 65,22 dan berada di bawah standar nilai IKLH Nasional tahun 2015.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcCivil engineeringid
dc.subject.ddcRural Ecosystemsid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcPulau Jawa dan Maduraid
dc.titlePenyusunan Indeks Kesehatan Ekosistem Perdesaan di Pulau Jawa sebagai Masukan Standar Kesehatan Ekosistem Nasionalid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordindeks kesehatan ekosistemid
dc.subject.keywordlingkunganid
dc.subject.keywordperdesaanid
dc.subject.keywordPulau Jawaid
dc.subject.keywordMaduraid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record