Show simple item record

dc.contributor.advisorHardjomidjojo, Hartrisari
dc.contributor.advisorRaharja, Sapta
dc.contributor.authorTaus, Igniosa
dc.date.accessioned2019-09-30T04:32:50Z
dc.date.available2019-09-30T04:32:50Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98691
dc.description.abstractBisnis peternakan perlu dikembangkan untuk mendukung program ketahanan pangan yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia. Kebutuhan daging sapi di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan impor dari negara tetangga Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta yang memerlukan ketahanan pangan dan terpenuhinya kebutuhan daging sapi. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk peringkat lima besar sentra populasi sapi potong terbesar di Indonesia. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) adalah salah satu daerah di provinsi NTT yang dikenal sebagai "Gudang Ternak". Populasi sapi di Kabupaten TTU sebanyak 98.631 ekor dan mengalami peningkatan cukup tinggi pada tahun 2015 sebanyak 117.784 ekor atau 19.42 %. Pada periode tahun 2011-2015, rata-rata pertambahan populasi sapi di Kabupaten TTU dapat mencapai 4.6 % setiap tahunnya. Studi ini bertujuan untuk merancang beberapa strategi untuk mengembangkan peternakan sapi di kabupaten TTU. Data dikumpulkan dengan observasi dan mewawancarai tujuh responden ahli yang terdiri dari lima peternak, Kepala Dinas Peternakan dan Penyuluh Peternakan. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Departemen Peternakan, dokumentasi sebagai data pendukung. Metode faktor identifikasi digunakan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan peternakan sapi di Kabupaten TTU. Evaluasi faktor internal dan eksternal digunakan untuk menilai besarnya pengaruh faktor. Internal-External matrix analysis (IE) digunakan untuk merumuskan beberapa strategi berdasarkan posisi bisnis. SWOT digunakan untuk membuat beberapa strategi dan strategi dipilih menggunakan AHP. Hasil dari penelitian ini adalah peternakan sapi di kabupaten TTU berada pada kuadran empat yang artinya posisi tumbuh dan bina. Kepala Dinas Peternakan merupakan aktor yang sangat berperan penting dalam keberlanjutan strategi yang ada. Strategi yang tertinggi adalah strategi Integrasi dengan prioritas strategi yang dilakukan adalah penambahan UPTD dan koperasi di setiap titik daerah potensial, kedua memberikan pelatihan teknologi budidaya sapi secara periodik dan upaya penyediaan petugas pendamping tingkat desa.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgroindustrial Technologyid
dc.subject.ddcCattleid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcNusa Tenggara Timurid
dc.titleStrategi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Rakyat di Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi NTTid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAHPid
dc.subject.keywordEFE-IFEid
dc.subject.keywordsapiid
dc.subject.keywordstrategiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record