Show simple item record

dc.contributor.advisorNoor, Erliza
dc.contributor.advisorSunarti, Titi Candra
dc.contributor.authorMisto, Yolandi Irvan Pratama
dc.date.accessioned2019-06-25T03:29:30Z
dc.date.available2019-06-25T03:29:30Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98033
dc.description.abstractBakteri proteolitik Bacillus aerophilus dan bakteri selulolitik Proteus penneri adalah isolat bakteri indigeous dari feses luwak yang digunakan sebagai starter dalam fermentasi buah kopi. Fermentasi kopi luwak buatan ini dilakukan secara in vitro yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi dengan metode yang lebih praktis dan higienis. Penyediaan kultur starter dalam bentuk kering akan memudahkan penanganan dan transportasi starter. Pada penelitian ini, pembuatan starter kering dilakukan menggunakan kombinasi bakteri proteolitik dan selulolitik dengan bahan pengisi bubuk kulit kopi atau bubuk biji kopi. Kestabilan starter kering selama penyimpanan telah diukur sehingga pengaruh bahan pengisi, suhu dan jenis kemasan terhadap kadar air, viabilitas dan aktivitas enzim dapat diketahui. Starter kering disimpan pada beberapa suhu yang berbeda (4, 30, dan 37 oC) menggunakan kemasan aluminium foil, plastik polipropilen, dan plastik HDPE. Estimasi lama waktu penyimpanan starter kering yang masih menunjukkan kinerja yang baik ditentukan menggunakan metode accelerated shelf life testing (ASLT). Starter kering tersebut digunakan untuk fermentasi biji kopi yang kemudian dilakukan pengujian perubahan kualitas kopi hasil fermentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwah proses pengeringan vakum menggunakan bahan pengisi bubuk biji kopi dapat mempertahankan viabilitas yang paling tinggi dibandingkan bubuk kulit kopi, dengan viabititas 86.8% pada bakteri proteolitik dan 90.4% pada bakteri selulolitik. Penambahan bahan pengisi bubuk biji kopi lebih baik dalam mempertahankan kadar air, viabilitas sel dan aktivitas enzim selama pengeringan walaupun tidak berbeda nyata dengan bubuk kulit kopi. Penggunaan bahan pengisi bubuk biji kopi, suhu penyimpanan 4 oC dan kemasan aluminium foil dapat mempertahankan kadar air, kemampuan memproduksi enzim dan viabilitas starter kering selama penyimpanan 6 minggu lebih baik daripada kemasan plastik polipropilen dan HDPE. Penggunaan bahan pengisi bubuk biji kopi, suhu penyimpanan 4 oC dan kemasan aluminium foil terjadi peningkatan kadar air sebesar 16%, dapat mempertahankan aktivitas enzim sebesar 76.2% untuk bakteri proteolitik dan 44.6% untuk bakteri selulolitik, serta viabilitas bakteri proteolitik sebesar 76.1% dan bakteri selulolitik sebesar 75.8%. Hasil perhitungan pendugaan umur simpan diperoleh bahwa starter kering pada kemasan aluminium foil, suhu penyimpanan 4 oC dan bahan pengisi bubuk biji kopi dapat disimpan selama 10.5 minggu. Analisa pada biji kopi hasil fermentasi menggunakan starter kering hasil perlakuan terbaik menunjukkan perubahan pada kafein dan asam organik. Kadar kafein terendah pada perlakuan fermentasi menggunakan starter kering bahan pengisi bubuk biji kopi tanpa penyimpanan menunjukkan penurunan kadar kafein sebesar 40.3% dibandingkan biji kopi tanpa fermentasi. Hasil analisa asam organik semua perlakuan menunjukkan asam oksalat lebih rendah dibandingkan biji kopi tanpa fermentasi, serta tingginya asam malat, laktat, asetat dan asam sitrat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgroindustrial Technologyid
dc.subject.ddcDried Starterid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePenyiapan dan Penyimpanan Starter Kering Bakteri Indigenous dari Luwakid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordstabilitasid
dc.subject.keywordstarter keringid
dc.subject.keywordbahan pengisiid
dc.subject.keywordsuhuid
dc.subject.keywordkemasanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record