View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Maskulinisasi Ikan Sinodontis Synodontis eupterus pada Stadia Larva Menggunakan Ekstrak Cabe Jawa Piper retrofractum dan Peningkatan Suhu.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (15.00Mb)
      Date
      2019
      Author
      Rakhmawati, Euis
      Junior, M Zairin
      Soelistyowati, Dinar Tri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ikan Synodontis eupterus adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari sungai Niger di benua Afrika. Ikan dewasa memiliki corak totol hitam di tubuhnya serta memiliki kebiasaan berenang unik secara terbalik, sehingga memiliki nilai ekonomis untuk dijual bahkan diekspor pada pasar perdagangan ikan hias. Akan tetapi produksi ikan ini masih terkendala dengan persentase benih ikan jantan yang dihasilkan dari proses pemijahan buatan jauh lebih sedikit dibandingkan benih betina, hal ini menyebabkan ketersediaan ikan jantan menjadi sedikit sehingga akan berefek terhadap kurangnya ketersediaan calon induk jantan di kalangan pembudidaya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala ini adalah dengan teknik pembentukan kelamin jantan (maskulinisasi). Hormon yang umumnya digunakan untuk maskulinisasi adalah hormon 17α- metiltestosteron (MT) (Zairin 2002). Namun, penggunaan hormon MT diduga dapat menyebabkan adanya residu yang berpotensi larut dalam limbah air budidaya dan mempengaruhi diferensiasi kelamin ikan-ikan non-target di sekitarnya (Green dan Teichert-Coddington 2000). Penggunaan hormon alami berbahan dasar tumbuhan dapat digunakan untuk maskulinisasi telah banyak diteliti. Cabe Jawa Piper retrofractum merupakan tanaman yang banyak digunakan oleh industri obat tradisional di Indonesia (Usia 2012). Buah cabe Jawa mengandung senyawa kimia turunan steroid, saponin, alkaloid dan tanin yang dapat berperan sebagai afrodisiak yaitu memberi efek androgenik dan anabolik (Moeloek et al. 2010). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak cabe Jawa (ECJ) pada stadia larva melalui perendaman terhadap maskulinisasi ikan sinodontis. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 8 perlakuan terdiri dari perlakuan ekstrak cabe Jawa dosis 0.0625 mg L-1 dan 0.125 mg L-1, kontrol negatif (tanpa ekstrak dan 17α-metiltestosteron) serta kontrol positif (2 mg L-1 17α- metiltestosteron). Tiap perlakuan terdiri dari dua perlakuan suhu (normal dan 32ᴼC). Ikan yang digunakan adalah larva ikan S. eupterus berumur 10 hari setelah menetas dengan berat rata-rata 0.023 gr ekor-1, masing-masing ulangan perlakuan sebanyak 150 ekor. Kemudian untuk perlakuan suhu, air media pemeliharaan larva diupayakan bersuhu 32ºC, hal ini dilakukan sampai hari ke-40 pemeliharaan sesuai dengan pendekatan waktu diferensiasi kelamin pada ikan jenis catfish (Raghuveer et al. 2011). Pemanas (heater) digunakan untuk menjaga suhu air agar tetap konstan. Perendaman dilakukan selama lima jam, kemudian larva dipindahkan ke dalam akuarium pemeliharan berukuran 29 x 30 x 30 cm dan diberi pakan naupli artemia sehari empat kali pada pukul 04.00, 11.00, 17.00, dan 22.00 WIB secara at satiation selama satu minggu. Selanjutnya diberikan pakan cacing sutra secara ad libitum sampai minggu ke lima, dan dilanjutkan dengan pemberian pakan komersil berbentuk tepung sampai minggu ke-13. Ikan selanjutnya dipindahkan ke akuarium yang berukuran 50 x 60 x 50 cm dan diberikan pakan komersil berbentuk remah sampai berumur lima bulan. Pakan komersil diberikan sehari tiga kali pada pukul 06.00, 12.00 dan 18.00 WIB secara at satiation. Selama pemeliharaan dilakukan penyiponan dan pergantian air sebanyak 10% per hari dan 30% setiap seminggu sekali. Sampling bobot dan panjang tubuh dilakukan setiap dua minggu selama 14 minggu, sementara data tingkat kelangsungan hidup (TKH) diambil pada hari ke-7 pasca perendaman dan akhir pemeliharaan. Pemeriksaan jenis kelamin ikan dilakukan setelah ikan berumur empat dan lima bulan dengan mengambil sampel gonad ikan dari masing-masing ulangan perlakuan sebanyak 30% populasi. Ikan dibedah dan diambil gonadnya untuk diperiksa dengan metode pewarnaan asetokarmin (Guerrero & Shelton 1974), dan untuk pembuatan preparat histologi. Hasil pemeriksaan gonad ikan umur empat bulan menunjukkan bahwa pemeliharaan suhu ruang pemberian ekstrak cabe jawa dosis C2 (0.125 mgL-1) terbukti mampu menghasilkan persentase ikan jantan sebanyak 54.13±13.61% berbeda nyata terhadap kontrol (C0T0) (P<0.05). Pada hasil pemeriksaan gonad ikan umur lima bulan tidak ditemukan keberadaan ikan interseks, dan perlakuan perendaman dengan ekstrak cabe jawa terbaik tetap dihasilkan oleh ekstrak dosis 0.125 mg L-1 dengan menghasilkan persentase ikan jantan sebesar 37.78±18.49% dan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (P<0.05). Data TKH pada 7 hari setelah perendaman menunjukkan bahwa perendaman larva menggunakan hormon 17α-metiltestosteron dalam suhu 32 ⁰C (MTT1) menghasilkan nilai persentase tingkat kelangsungan hidup yang paling rendah yakni sebesar 93.30 ± 1.54%, berbeda signifikan (P<0.05) dibanding perlakuan lainnya. Demikian juga kelangsungan hidup ikan S. eupterus setelah empat bulan pemeliharaan menunjukkan bahwa perlakuan perendaman MT dalam suhu 32⁰C adalah yang terendah yaitu sebesar 86.16 ± 0.77%, namun nilainya tidak berbeda nyata dengan perlakuan perlakuan kontrol C0T0. Nilai laju pertumbuhan harian rata-rata antar perlakuan pada minggu ke-2 serta minggu ke- 14 dan secara statistik tidak berbeda nyata (P>0.05) baik pada perlakuan dengan perendaman ekstrak cabe jawa maupun kontrol positif dan negatif. Sebagai kesimpulan, maskulinisasi ikan sinodontis pada stadia larva menggunakan ekstrak cabe Jawa melalui perendaman selama 5 jam dengan dosis 0.125 mg L-1 pada suhu normal dapat meningkatkan persentase ikan jantan secara konsisten pada umur 4 dan 5 bulan sebesar 4 kali lipat dibandingkan kontrol. Pemberian perlakuan suhu sebesar 32 ⁰C dapat meningkatkan kematian pada perlakuan perendaman 17α- metilestosteron.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98004
      Collections
      • MT - Fisheries [3210]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository