Show simple item record

dc.contributor.advisorSetyobudiandi, Isdradjad
dc.contributor.advisorWardiatno, Yusli
dc.contributor.authorSalu, Yosefa Maria Susanti
dc.date.accessioned2019-05-02T02:16:12Z
dc.date.available2019-05-02T02:16:12Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97152
dc.description.abstractGastropoda merupakan kelas terbesar dari filum moluska. Beberapa spesies gastropoda memiliki daging yang lezat dan bernilai ekonomi tinggi seperti Abalone haliotis, Achatina fulica serta memiliki warna cangkang yang indah dapat digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan, memiliki fungsi secara ekologis, yaitu dapat dijadikan bioindikator logam berat disuatu perairan. Gastropoda merupakan salah satu jenis siput yang hidup di kawasan ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove memiliki banyak peran secara fisik maupun biologi. Fungsi fisik dan biologis pada ekosistem mangrove memperbaiki kualitas air dengan menyaring dan mengasimilasi polutan, menstabilkan dan memperbaiki tanah dan melindungi garis pantai dari erosi, memelihara keanekaragaman hayati dan sumber daya genetik, menyediakan tempat makan, reproduksi, tempat tinggal dan pembibitan ke beberapa spesies terestrial dan perairan, mengatur proses penting siklus kimia dan menangkap karbon dioksida. Studi mengenai habitat mangrove menunjukkan produktivitas biologinya yang tinggi dan kaya akan keanekaragaman hayati pada daerah tropis dan subtropis. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik gastropoda dan menganalisis hubungan antara jenis dan kerapatan mangrove dengan komunitas gastropoda pada ekosistem mangrove Kabupaten Belu. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret 2018. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun dimana stasiun 1 dan stasiun 2 berdekatan dengan pelabuhan sedangkan stasiun 3 ke arah timur. Gastropoda yang ditemukan sebanyak 20 famili 48 spesies. Stasiun yang memiliki kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun 3 (634 individu/m2), sedangkan kepadatan terendah terdapat pada stasiun 1 (335 individu/m2). Mangrove yang terdapat pada tiga stasiun terdiri dari 6 spesies dan 2 famili. Kategori pohon dengan kerapatan tertinggi terdapat pada stasiun 3 jenis Sonneratia alba sedangkan kerapatan terendah terdapat pada stasiun 2 pada jenis mangrove Ceriops tagal. Kategori pancang dengan kerapatan tertinggi terdapat pada stasiun 3 jenis Rhizophora stylosa sedangkan kerapatan terendah terdapat pada stasiun 2 jenis Avicennia alba. Kategori semai dengan kerapatan tertinggi terdapat pada stasiun 3 jenis mangrove Rhizophora stylosa sedangkan kerapatan terendah terdapat pada stasiun 2 dan 3 jenis Rhizophora stylosa dan Avicennia alba.id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAquatic Resourcesid
dc.subject.ddcMangroveid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcNusa Tenggara Timurid
dc.titleKarakteristik Bioekologi Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Kabupaten Belu Provinsi Nusa tenggara Timurid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordGastropodaid
dc.subject.keywordmangroveid
dc.subject.keywordkarakteristikid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record