Show simple item record

dc.contributor.advisorUlupi, Niken
dc.contributor.advisorSalundik
dc.contributor.authorNurhidayah, Asma'ul Fitriana
dc.date.accessioned2019-04-10T03:17:48Z
dc.date.available2019-04-10T03:17:48Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97045
dc.description.abstractIndonesia termasuk negara yang beriklim tropis. Iklim tropis memiliki ciri panas dan lembab. Suhu tinggi di wilayah iklim tropis dapat menyebabkan penurunan performa ayam. Suhu tinggi dapat mempercepat proses penguraian feses yang dilakukan oleh bakteri. Proses Penguraian feses yang dilakukan oleh bakteri tersebut menyebabkan penurunan kualitas udara, sehingga menimbulkan kontaminasi udara. Penurunan kualitas udara dapat menyebabkan terganggunya fisiologis ternak. Gangguan fisiologis ternak dapat terlihat dari gambaran darah. Gangguan-gangguan tersebut pada akhirnya dapat mempengaruhi produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perbedaan suhu pemeliharaan ayam broiler terhadap kualitas udara, gambaran darah dan performa ayam broiler. Ayam dipelihara di dalam kandang tertutup selama lima minggu. Sebanyak 80 DOC (day old chick) ayam broiler dimasukkan pada dua unit kandang. Tiap kandang dibuat 4 petak berukuran 1x1 m2 dan diisi 10 ekor ayam. Pengamatan suhu dan kelembapan dilakukan selama pemeliharaan. Pengujian kualitas udara dilakukan sebanyak tiga kali selama pemeliharaan yaitu minggu ke- 3, awal minggu ke-4 dan akhir minggu ke-5. Penghitungan gambaran darah dilakukan satu kali diakhir penelitian minggu ke-5. Pengamatan performa ayam dilakukan selama pemeliharaan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, sebagai perlakuan suhu berbeda pada dua unit kandang yaitu suhu 20 oC (KS20) dan suhu 30oC (KS30). Percobaan diulang sebanyak empat kali dan tiap ulangan diisi 10 ekor ayam. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Ayam broiler yang dipelihara pada suhu rendah pada minggu ke-4 dan minggu ke-5 berkisar 25-26 °C dengan kelembapan 74-80%, sedangkan untuk suhu tinggi pada minggu ke-4 dan minggu ke-5 berkisar 30-32 °C dengan kelembapan 75-78%. Konsentrasi amonia kedua perlakuan pada minggu ke-4 menurun yaitu 0.08 ppm dan minggu ke-5 meningkat yaitu 2.022-2.027 ppm. Konsentrasi karbondioksida pada suhu rendah dan suhu tinggi terjadi peningkatan pada minggu ke-5 yaitu 17.76-22.13 ppm. Konsentrasi hidrogen sulfida pada kedua perlakuan pada minggu ke-4 sebesar 0.0010-0.0013 ppm dan minggu ke-5 meningkat (0.0019-0.0023 ppm). Debu total pada suhu rendah di minggu ke-5 meningkat yaitu 326.10 μg m-3. Partikel debu 10 μm pada suhu tinggi lebih tinggi pada minggu ke-4 (84.84 μg m-3) dan minggu ke-5 (156.42 μg m-3). Gambaran sel darah merah dan gambaran sel darah putih pada suhu rendah dan suhu tinggi berada dalam kisaran normal. Ayam yang dipelihara pada suhu tinggi mengalami stres terlihat dari nilai rasio H/L yaitu 0.59. Stres panas pada suhu tinggi berdampak pada penurunan konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan dan meningkatnya nilai konversi pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ayam yang dipelihara pada kandang suhu tinggi (30 oC) menghasilkan kualitas udara yang lebih rendah, ayam menjadi stres panas lebih tinggi dan mengalami penurunan performa.id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAnimal Technologyid
dc.subject.ddcChikenid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleKualitas Udara, Gambaran Darah dan Performa Ayam Broiler pada Pemeliharaan dengan Suhu Ruang Berbedaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordGambaran darahid
dc.subject.keywordkualitas udaraid
dc.subject.keywordperforma ayamid
dc.subject.keywordsuhuid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record