Show simple item record

dc.contributor.advisorRiani, Etty
dc.contributor.advisorAnwar, Syaiful
dc.contributor.authorCinnidia, Ashti Youvica
dc.date.accessioned2019-04-08T03:43:45Z
dc.date.available2019-04-08T03:43:45Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97023
dc.description.abstractPerkembangan industri yang cukup pesat di wilayah Kabupaten Serang, pada satu sisi menimbulkan dampak positif, di lain pihak juga menimbulkan dampak negatif. Dampak postitifnya akan meningkatkan pendapatan asli daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan land rent. Namun limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri yang jumlahnya cukup berlimpah apabila tidak dikelola dengan baik, akan mencemari lingkungan, bahkan limbah berupa bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti logam berat yang dihasilkan dari kegiatan industry dapat terakumulasi dalam tubuh mahkluk hidup, dan selanjutnya akan menimbulkan berbagai jenis dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Menganalisis kondisi ekosistem terumbu karang di Pulau Tunda Teluk Banten dilihat dari tutupan, sebaran dan keanekaragamannya. (2) Menganalisis faktor-faktor kualitas perairan apa saja yang berpengaruh terhadap tutupan terumbu karang selain logam berat. (3) Menganalisis sejauh mana dampak yang ditimbulkan oleh faktor-faktor kualitas perairan yang berpengaruh terhadap persentase tutupan terumbu karang. (4) Menganalisis kualitas air laut, akumulasi kontaminasi logam berat pada perairan, akumulasi kontaminasi logam berat pada sedimen dan akumulasi kontaminasi logam berat pada karang di perairan PulauTunda. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengambilan data langsung di lapangan, Dilakukan analisa terhadap parameter fisika-kimia air, kandungan logam berat pada air, sedimen dan terumbu karang. Data sekunder diperoleh dengan pencarian pustaka ke instansi terkait dan literature terutama hasil-hasil penelitian dengan kasus yang serupa. Analisa penentuan kisaran presentase tutupan karang keras menggunakan perbandingan kisaran tutupan karang yang mengacu pada KEPMEN LH No.4 TAHUN 2001. Penentuan nilai rata-rata konsentrasi logam Hg, Pb, dan Cd pada kolom air di lokasi penelitian, menggunakan metode statistik deskriptif. Sedangkan, untuk mengetahui perbedaan konsentrasi antar logam di setiap stasiun menggunakan multivarit mannova serta perbandingan logam di setiap bagian karang dan stasiun, hal ini dikarenakan variabel yang digunakan sebagai parameter lebih dari satu. Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan pengaruh parameter lingkungan terhadap persentase tutupan karang hidup yang ada, menggunakan analisis PCA (Principal component analisys) untuk mendapatkan scree plot dari enam komponen utama dan PCR (Principal Component Regression). Berdasarkan hasil penelitian Pulau Tunda memiliki tingkat tutupan karang yang sedang hinggaburuk. Serta didapatkan persamaanY = - 1,59– 3,45 X1 – 1,52 X2 – 0,28 X3 – 0,09 X4 + 2,75 X5 – 1,05 X6 dengan X1 yaitu suhu, X2 yaitu DO, selanjutnya X3 yaitu kecerahan, X4 berarti kedalaman dan X5 yang berarti pH serta X6 yaitu salinitas. Berdasarkan persamaan di atas dapat dijelaskan bahwa setiap kenaikan suhu 1oC menurunkan 3,35% tutupan terumbu karang dengan asumsi parameter lain stabil, selanjutnya setiap kenaikan 1 mg/l DO menurunkan 1,52% tutupan terumbu karang dengan asumsi parameter lain stabil, kemudian setiap 1 meter kenaikan kecerahan maka terjadi 0,28% penurunan tutupan terumbu karang dengan asumsi parameter yang lain stabil, kemudian setiap kenaikan setiap 1 meter kedalaman maka 0,09% penurunan tutupan terumbu karang dengan asumsi bahwa parameter lain stabil, kemudian setiap kenaikan 1 pH maka terjadi pertumbuhan 2,75% tutupan terumbu karang dengan asumsi parameter lain stabil, kemudian setiap kenaikan 1 ppm salinitas, maka terjadi penurunan tutupan terumbu karang 1,05% dengan asumsi bahwa parameter yang lain stabil. Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, kecerahan, DO, dan pH di perairan Pulau Tunda dapat dikategorikan baik, hanya saja sudah tercemar berat oleh Logam Berat. Berdasarkan tiga logam berat yang ada Pb. Cd, dan Hg yang diteliti di 30 titik pengambilan sampel serta empat stasiun yang berbeda. Dapat disimpulkan bahwa di semua titik di setiap stasiun tercemar berat. Hanya saja di setiap stasiun logam berat yang mendominasi berbeda - beda.id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcNatural Resourcesid
dc.subject.ddcCoral Reef Ecosystemid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcSerang, Bantenid
dc.titleKontaminasi Logam Berat pada Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Pulau Tunda, Teluk Bantenid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordEkosistem Terumbu Karangid
dc.subject.keywordKontaminasiid
dc.subject.keywordLogam Beratid
dc.subject.keywordPulauTundaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record