Kontaminasi Logam Berat pada Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Pulau Tunda, Teluk Banten
View/ Open
Date
2018Author
Cinnidia, Ashti Youvica
Riani, Etty
Anwar, Syaiful
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan industri yang cukup pesat di wilayah Kabupaten Serang,
pada satu sisi menimbulkan dampak positif, di lain pihak juga menimbulkan
dampak negatif. Dampak postitifnya akan meningkatkan pendapatan asli daerah,
membuka lapangan kerja, meningkatkan land rent. Namun limbah yang
dihasilkan dari kegiatan industri yang jumlahnya cukup berlimpah apabila tidak
dikelola dengan baik, akan mencemari lingkungan, bahkan limbah berupa bahan
berbahaya dan beracun (B3) seperti logam berat yang dihasilkan dari kegiatan
industry dapat terakumulasi dalam tubuh mahkluk hidup, dan selanjutnya akan
menimbulkan berbagai jenis dampak negatif.
Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Menganalisis kondisi ekosistem terumbu
karang di Pulau Tunda Teluk Banten dilihat dari tutupan, sebaran dan
keanekaragamannya. (2) Menganalisis faktor-faktor kualitas perairan apa saja
yang berpengaruh terhadap tutupan terumbu karang selain logam berat. (3)
Menganalisis sejauh mana dampak yang ditimbulkan oleh faktor-faktor kualitas
perairan yang berpengaruh terhadap persentase tutupan terumbu karang. (4)
Menganalisis kualitas air laut, akumulasi kontaminasi logam berat pada perairan,
akumulasi kontaminasi logam berat pada sedimen dan akumulasi kontaminasi
logam berat pada karang di perairan PulauTunda.
Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengambilan data langsung di
lapangan, Dilakukan analisa terhadap parameter fisika-kimia air, kandungan
logam berat pada air, sedimen dan terumbu karang. Data sekunder diperoleh
dengan pencarian pustaka ke instansi terkait dan literature terutama hasil-hasil
penelitian dengan kasus yang serupa.
Analisa penentuan kisaran presentase tutupan karang keras menggunakan
perbandingan kisaran tutupan karang yang mengacu pada KEPMEN LH No.4
TAHUN 2001. Penentuan nilai rata-rata konsentrasi logam Hg, Pb, dan Cd pada
kolom air di lokasi penelitian, menggunakan metode statistik deskriptif.
Sedangkan, untuk mengetahui perbedaan konsentrasi antar logam di setiap stasiun
menggunakan multivarit mannova serta perbandingan logam di setiap bagian
karang dan stasiun, hal ini dikarenakan variabel yang digunakan sebagai
parameter lebih dari satu. Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan
pengaruh parameter lingkungan terhadap persentase tutupan karang hidup yang
ada, menggunakan analisis PCA (Principal component analisys) untuk
mendapatkan scree plot dari enam komponen utama dan PCR (Principal
Component Regression). Berdasarkan hasil penelitian Pulau Tunda memiliki
tingkat tutupan karang yang sedang hinggaburuk. Serta didapatkan persamaanY =
- 1,59– 3,45 X1 – 1,52 X2 – 0,28 X3 – 0,09 X4 + 2,75 X5 – 1,05 X6 dengan X1 yaitu
suhu, X2 yaitu DO, selanjutnya X3 yaitu kecerahan, X4 berarti kedalaman dan X5
yang berarti pH serta X6 yaitu salinitas.
Berdasarkan persamaan di atas dapat dijelaskan bahwa setiap kenaikan suhu
1oC menurunkan 3,35% tutupan terumbu karang dengan asumsi parameter lain
stabil, selanjutnya setiap kenaikan 1 mg/l DO menurunkan 1,52% tutupan
terumbu karang dengan asumsi parameter lain stabil, kemudian setiap 1 meter
kenaikan kecerahan maka terjadi 0,28% penurunan tutupan terumbu karang
dengan asumsi parameter yang lain stabil, kemudian setiap kenaikan setiap 1
meter kedalaman maka 0,09% penurunan tutupan terumbu karang dengan asumsi
bahwa parameter lain stabil, kemudian setiap kenaikan 1 pH maka terjadi
pertumbuhan 2,75% tutupan terumbu karang dengan asumsi parameter lain stabil,
kemudian setiap kenaikan 1 ppm salinitas, maka terjadi penurunan tutupan
terumbu karang 1,05% dengan asumsi bahwa parameter yang lain stabil.
Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, kecerahan, DO, dan pH di
perairan Pulau Tunda dapat dikategorikan baik, hanya saja sudah tercemar berat
oleh Logam Berat. Berdasarkan tiga logam berat yang ada Pb. Cd, dan Hg yang
diteliti di 30 titik pengambilan sampel serta empat stasiun yang berbeda. Dapat
disimpulkan bahwa di semua titik di setiap stasiun tercemar berat. Hanya saja di
setiap stasiun logam berat yang mendominasi berbeda - beda.
