Penggunaan Tanaman Air yang Berbeda dalam Pengelolaan Limbah Minyak Jelantah terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Larva Ikan Mas Cyprinus carpio.
| dc.contributor.advisor | Nirmala, Kukuh | |
| dc.contributor.advisor | Supriyono, Eddy | |
| dc.contributor.author | Jaya, Fahmi Rahma Tri | |
| dc.date.accessioned | 2019-04-01T01:12:12Z | |
| dc.date.available | 2019-04-01T01:12:12Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96983 | |
| dc.description.abstract | Limbah minyak goreng atau sering kita sebut minyak jelantah adalah salah satu jenis limbah organik yang saat ini menjadi masalah serius bagi keberlanjutan kualitas lingkungan khususnya di lingkungan akuatik. Pemanfaatan perakaran tanaman sebagai media tumbuhnya bakteri telah banyak digunakan sebagai agen bioremediator untuk menurunkan pencemaran limbah minyak di lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas penggunaan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes), kiambang (Salvinia natans) dan kangkung air (Ipomoea aquatica) dalam pengelolaan limbah minyak jelantah di perairan terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan larva ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian dilakukan pada media air yang tercemar limbah minyak jelantah dengan konsentrasi 10 mg L-1, menggunakan lima perlakuan berbeda yaitu perlakuan K- (kontrol negatif), K+ (kontrol positif), Eg (eceng gondok), Ki (kiambang) dan Ka (kangkung air) dengan lama waktu treatment selama 28 hari, air hasil treatment kemudian diambil setiap 7 hari sekali untuk digunakan sebagai media pemeliharaan larva ikan mas (Cyprinus carpio) guna mengetahui kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan uji. Perlakuan rhizoremediasi menggunakan tiga tanaman rhizoremediator berbeda yaitu eceng gondok, kiambang dan kangkung air terbukti dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva ikan mas pada media pemeliharaan yang tercemar limbah minyak jelantah. Pengukuran tingkat kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan menunjukkan hasil terbaik pada penggunaan air yang telah di-treatment selama 21 hari (H21) dengan tanaman eceng gondok dan kangkung air sebagai perlakuan terbaik terhadap tingkat kelangsungan hidup maupun pertumbuhan larva ikan mas. | id |
| dc.publisher | Bogor Agricultural University (IPB) | id |
| dc.subject.ddc | Aquaculture | id |
| dc.subject.ddc | Carps | id |
| dc.subject.ddc | 2018 | id |
| dc.subject.ddc | Bogor-Jawa Barat | id |
| dc.title | Penggunaan Tanaman Air yang Berbeda dalam Pengelolaan Limbah Minyak Jelantah terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Larva Ikan Mas Cyprinus carpio. | id |
| dc.subject.keyword | kelulushidupan | id |
| dc.subject.keyword | larva ikan mas (Cyprinus carpio) | id |
| dc.subject.keyword | limbah minyak goreng | id |
| dc.subject.keyword | pertumbuhan | id |
| dc.subject.keyword | tanaman air | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
UT - Aquaculture [2201]

