View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Mutan dari Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Diamant.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (9.330Mb)
      Date
      2018
      Author
      Oktariani, Kiki
      Suharsono
      Tjahjoleksono, Aris
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kentang cv Diamant merupakan varietas unggul untuk kentang sayur. Mutasi dengan iradiasi sinar gamma pada dosis 15 gy telah menghasilkan klon 35.10 yang merupakan mutan dari kentang kultivar Diamant. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mutan dari kentang cv Diamant yaitu klon 35.10 secara morfologi dan molekuler dengan membandingkan mutan dengan kultivar asalnya. DNA genom telah berhasil diisolasi dari daun dengan kualitas yang bagus sehingga dapat digunakan untuk analisis Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD). Analisis RAPD menggunakan delapan primer RAPD yaitu OPA 1, OPA 2, OPA 3, OPA 5, OPA 6, OPA 7, OPA 9 dan OPA 10 menunjukkan bahwa hanya lima primer yang menghasilkan pola pita polimorfisme yaitu OPA 1, OPA 2, OPA 5, OPA 7 dan OPA 10. Polimorfisme DNA ini menunjukkan adanya mutasi pada daerah primer atau daerah yang diapit oleh primer tersebut. Umbi G0 kentang ditanam di dalam polybag dan diamati karakter morfologinya. Analisis morfologi pada 45 hari setelah tanam (HST) menunjukkan bahwa tanaman mutan tidak berbeda secara nyata dengan tanaman asalnya pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun. Pada 90 HST, produksi umbi baik jumlah maupun bobot umbi tiap tanaman, panjang dan diameter umbi tidak berbeda secara nyata antara mutan dan kultivar asalnya. Walaupun terjadi mutasi pada beberapa lokus RAPD tetapi tidak menimbulkan perubahan morfologi maupun produksi umbi, sehingga lokus ini tidak terkait dengan karakter morfologi yang diamati. Keterbatasan ruang tempat tumbuh di dalam poybag juga dapat menimbulkan terhambatnya ekspresi beberapa gen sehingga tidak semua karakter morfologi dapat diekspresikan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96413
      Collections
      • UT - Biology [2400]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository