Show simple item record

dc.contributor.advisorGiyanto
dc.contributor.advisorMutaqin, Kikin Hamzah
dc.contributor.advisorSinaga, Meity Suradji
dc.contributor.authorPrasetya, Ariny
dc.date.accessioned2019-01-08T07:54:48Z
dc.date.available2019-01-08T07:54:48Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95331
dc.description.abstractResistensi antibiotik merupakan ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik akan dapat berkembang dan menyebar ke manusia, hewan, dan lingkungan. Bakteri komensal yang resisten akan bersifat sebagai reservoar dan penyebar sifat resistensi ke bakteri lainnya dan bakteri patogen akan menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan hewan. Kondisi tersebut akan sulit untuk dikendalikan dengan antibiotik yang biasa digunakan. Escherichia coli (E. coli) merupakan bakteri komensal yang tersebar luas baik di saluran pencernaan manusia dan hewan maupun di lingkungan. E. coli diduga telah banyak mengalami kejadian resistensi antibiotik. Kejadian resistensi ini sebagai akibat dari penggunaan antibiotik yang tidak bijak (misuse dan overuse). Peternakan diketahui sebagai salah satu sumber munculnya bakteri resisten akibat penggunaan antibiotik yang tinggi dalam mengobati penyakit hewan. Namun tidak bisa dipungkiri juga, jika penyebaran bakteri resisten dapat bersumber dari manusia dan lingkungan di sekitar peternakan. Kota Kupang sebagai daerah yang memiliki populasi babi yang tinggi dapat berisiko muncul dan menyebarnya bakteri resisten antibiotik, khususnya oleh E. coli. Minimnya informasi mengenai keberadaan E. coli resisten dan pola penyebaran yang terjadi menjadi alasan dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi keberadaan E. coli resisten terhadap antibiotik yang berasal dari feses pada peternakan babi di Kota Kupang; (2) mengidentifikasi gen penyandi resistensi tetrasiklin pada E. coli; (3) mengetahui pola penyebaran E. coli resisten pada peternakan babi di Kota Kupang berdasarkan hasil analisis spasial; dan (4) mengetahui faktor-faktor yang berpotensi terhadap munculnya kejadian resistensi pada peternakan babi di Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu (1) isolasi dan identifikasi serta uji sensitifitas terhadap bakteri E. coli; (2) deteksi gen resisten penyandi resistensi terhadap tetrasiklin; (3) analisis spasial terhadap pola penyebaran E. coli resisten antibiotik; (4) survei knowledge, attitude, dan practice (KAP) terhadap penggunaan antibiotik oleh peternak; dan (5) menyimpulkan hasil informasi dari 4 tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai E. coli resisten antibiotik di Kota Kupang.
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcPhytopatologyid
dc.subject.ddcPhytoplasmsid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleFitoplasma patogen tumbuhan legum, kaktus, bambu, dan rumput^bPengembangan teknik deteksi dan keragaman molekulerid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record