Show simple item record

dc.contributor.advisorAgusta, Ivanovich
dc.contributor.authorSihotang, Clara Margaretha
dc.date.accessioned2018-09-19T02:53:16Z
dc.date.available2018-09-19T02:53:16Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93862
dc.description.abstractPerluasan kawasan TNGGP serta pemindahan pengelolaan lahan ex Perhutani kepada Balai Besar TNGGP yang tidak diiringi dengan kejelasan batas dan informasi kebijakan yang baru menimbulkan konflik agraria antara petani dengan petugas BB TNGGP. Konflik agraria ini mempengaruhi modal sosial yang ada di masyarakat. Modal sosial (kepercayaan, jaringan dan norma) setelah adanya konflik cenderung berubah, rasa curiga terhadap sesama petani, relasi yang buruk antara petani dengan petugas dan norma atau aturan yang jelas (tertulis). Berkurangnya pendapatan petani dari sektor pertanian dibantu oleh anggota keluarga yang bekerja sebagai karyawan di PT. Yong Jin, minimarket, dan LIDO. Dibidang kesehatan dan pendidikan, petani mendapatkan fasilitas dukungan dari pemerintah. Seperti Posyandu keliling, sekolah gratis, dan BPJS. Dapat dikatakan tidak adanya pengaruh yang signifikan dari konflik agraria terhadap kesejahteraan masyarakatid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcCommunity developmentid
dc.subject.ddcWelfareid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePengaruh Tingkat Aksesibilitas Agraria terhadap Tingkat Kesejahteraan Rumahtangga Petani di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Kasus Kampung Lengkong dan Kampung Ciwaluh, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordkesejahteraanid
dc.subject.keywordkonflik agrariaid
dc.subject.keywordtaman nasionalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record