Show simple item record

dc.contributor.advisorSumiati
dc.contributor.advisorWiryawan, Komang Gede
dc.contributor.advisorNahrowi
dc.contributor.authorZainuddin
dc.date.accessioned2018-09-18T05:54:40Z
dc.date.available2018-09-18T05:54:40Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93840
dc.description.abstractIndustri perunggasan selalu menjadi bagian dinamis dan integral dari ekonomi nasional di banyak negara. Kerugian ekonomi pada industri perunggasan sering dikaitkan dengan memburuknya kondisi lingkungan, paparan stress pada unggas dan perkembangan penyakit. Penyakit unggas yang mendapat perhatian khusus diantaranya yaitu penyakit saluran pencernaan (enteric disease). Penyakit ini menjadi perhatian penting industri perunggasan, menyebabkan kehilangan produktivitas, meningkatkan angka kematian dan kontaminasi produk unggas untuk bahan konsumsi manusia. Kondisi setelah menetas merupakan periode stres untuk anak ayam (day old chick, DOC) oleh suhu lingkungan. Anak ayam sangat rentan terhadap mikroorganisme patogen pada periode ini, sehingga diperlukan antibiotic growth promoters (AGP) untuk menekan mikroorganisme berbahaya di usus. Antibiotic growth promoters banyak digunakan pada pakan ternak sebagai promotor pertumbuhan untuk meningkatkan performa dan produksi hewani, termasuk pada pakan broiler. Penggunaan AGP tersebut menyebabkan mikroba menjadi resisten dan adanya residu antibiotik pada produk asal hewan yang membahayakan kesehatan masyarakat. Kebijakan larangan penggunaan antibiotik dalam pakan diatur dalam UU nomor 18 tahun 2009 jo UU nomor 41 tahun 2014. Pemerintah melalui Permentan nomor 14 tahun 2017 tentang klasifikasi obat hewan juga menegaskan atas larangan penggunaan antibiotik sebagai imbuhan pakan. Kebijakan ini diberlakukan pada awal tahun 2018. Pemberlakuan larangan penggunaan AGP pada pakan mendorong penelitian secara intensif sebagai alternatif untuk menunjang kesehatan, produksi, dan keamanan produk perunggasan. Probiotik merupakan salah satu alternatif sebagai imbuhan pakan untuk mengurangi ketergantungan AGP. Probiotik merupakan kultur bakteri yang mampu merangsang mikroflora usus dan dapat memodifikasi lingkungan saluran pencernaan, sehingga meningkatkan performa ayam broiler. Probiotik dapat digunakan berupa material utuh yang secara umum sensitif dan tidak mampu bertahan pada suhu tinggi selama proses pengolahan pakan, tetapi probiotik bentuk spora sangat tahan terhadap kondisi ekstrim. Bacillus coagulans D3372 merupakan bakteri aerob, tahan terhadap asam empedu dan pH rendah, serta menghasilkan spora yang tahan terhadap panas, sehingga tidak rusak oleh proses pelleting pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi efisiensi serapan nutrien, performa, dan kualitas daging ayam broiler Lohmann yang diberi pakan mengandung B. coagulans D3372. Penelitian ini menggunakan 600 ekor DOC dengan rasio antara jantan dan betina yang sama. Ayam dipelihara selama 5 minggu dalam kandang sekat berukuran 2 m x 2 m x 0.8 m sebanyak 20 buah sekat, masing-masing sekat berisi 30 ekor (15 ekor jantan dan 15 ekor betina). Ayam yang digunakan untuk percobaan energi metabolis dipelihara secara individu dalam kandang metabolis berukuran 50 cm x 30 cm x 56 cm. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Pakan yang diberikan yaitu P0 = pakan basal tanpa probiotik, P1 = pakan basal + B. coagulans D3372 105 cfu g-1, P2 = pakan basal + B. coagulans D3372 106 cfu g-1, dan P3 = pakan basal + B. coagulans D3372 107 cfu g-1. Peubah yang diamati yaitu retensi protein, retensi lemak, dan energi metabolis (energi metabolis semu (EMS), energi metabolis semu terkoreksi nitrogen (EMSn), energi metabolis murni (EMM), dan energi metabolis murni terkoreksi nitrogen (EMMn)), konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, mortalitas, indeks performa dan efisiensi ekonomi, profil bakteri asam laktat dan E. coli di ileum, kadar kolesterol dan lemak daging, serta lemak abdominal. Bobot awal DOC (40.83 ± 0.18 g) yang digunakan dalam penelitian ini tidak berbeda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian B. coagulans D3372 105 cfu g-1 dalam pakan ayam broiler nyata meningkatkan (P<0.05) retensi protein, retensi lemak, EMM, dan EMMn. Ayam yang diberi pakan perlakuan P1 memiliki retensi protein tertinggi, sedangkan retensi lemak pada P1 dan P2 lebih besar daripada ayam yang diberi pakan P0 dan P3. Pemberian P1 dan P2 menghasilkan EMM dan EMMn tertinggi. Pemberian B. coagulans D3372 105 cfu g-1 nyata meningkatkan (P<0.05) bobot badan dan pertambahan bobot badan pada prestarter, starter, dan finisher serta nyata menurunkan (P<0.05) konversi pakan pada fase finisher dan kumulatif pengamatan, tanpa mempengaruhi tingkat konsumsi pakan pada keseluruhan periode pengamatan. Pemberian B. coagulans D3372 105 cfu g-1 pakan (P1) menghasilkan performa tertinggi selama periode pengamatan. Pencapaian indeks performa ayam broiler nyata meningkat (P<0.05) dengan pemberian B. coagulans D3372 105 cfu g-1 pada keseluruhan masa pemeliharaan, dengan nilai IOFCC tertinggi dan tingkat mortalitas sedikit lebih rendah dibandingkan dengan P0. Profil bakteri asam laktat dan E. coli pada ileum tidak berbeda nyata. Penggunaan B. coagulans D3372 105 cfu g-1 nyata menurunkan (P<0.05) kadar kolesterol karkas dan nyata meningkatkan (P<0.05) deposit lemak abdomen, tetapi tidak berpengaruh terhadap kandungan lemak karkas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan B. coagulans D3372 105 cfu g-1 pakan nyata meningkatkan serapan nutrien yaitu menghasilkan retensi protein dan retensi lemak terbesar yang disertai energi metabolis tertinggi pada ayam broiler Lohmann. Pemberian B. coagulans D3372 105 cfu g-1 pakan juga nyata meningkatkan performa ayam broiler Lohmann dengan menghasilkan bobot badan, pertambahan bobot badan dan indeks performa tertinggi serta konversi pakan terkecil. Selain itu, pemberian B. coagulans D3372 105 cfu g-1 pakan nyata menurunkan kadar kolesterol karkas, meningkatkan deposit lemak abdomen dan IOFCC, tetapi tidak mempengaruhi kandungan lemak karkas dan profil mikroflora ileum ayam broiler.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAnimal feedingid
dc.subject.ddcProbioticid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleKajian Pemberian Probiotik Bacillus coagulans D3372 dalam Ransum terhadap Efisiensi Serapan Nutrien, Performa, dan Kualitas Daging Ayam Broiler Lohmannid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbroilerid
dc.subject.keywordenergi metabolisid
dc.subject.keywordperformaid
dc.subject.keywordprobiotikid
dc.subject.keywordretensi protein dan lemakid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record