Rancangan Sistem Pemanasan dan Uji Kinerja pada Pengering Gabah Tipe Bak dengan dan Tanpa Tempering
View/ Open
Date
2018Author
Syafarudin, Ahmad Rizky
Wulandani, Dyah
Nelwan, Leopold Oscar
Metadata
Show full item recordAbstract
Proses pengeringan gabah umumnya masih dilakukan secara tradisional
dengan metode dijemur di bawah terik sinar matahari langsung yang terkendala
oleh cuaca. Oleh karena itu, dibutuhkan alat pengering gabah yang mudah dalam
pengoperasiannya. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem pemanasan
pada bak pengering, melakukan uji performa, melakukan pemutuan, dan analisis
biaya pengeringan yang digunakan. Pengujian dilakukan menggunakan
pengeringan tempering dan tanpa tempering masing-masing sebanyak 100 kg
gabah. Uji mutu beras hasil pengeringan berupa persentase beras patah, beras
kepala, dan beras menir. Hasil pengeringan menunjukkan laju pengeringan
tempering sebesar 6.36% basis kering/jam dalam waktu 220 menit dan
pengeringan tanpa tempering 6.25% basis kering/jam dalam waktu 300 menit.
Konsumsi energi spesifik proses pengeringan tempering sebesar 3.82 MJ/kg uap
air dan 3.07 MJ/kg uap air untuk pengeringan tanpa tempering. Pengeringan
tempering memiliki efisiensi termal sebesar 39.94% dan efisiensi termal pada
pengeringan tanpa tempering adalah 86.21%. Efisiensi total pengeringan
tempering lebih kecil dengan nilai 70.13% dibandingkan dengan efisiensi total
pengeringan tanpa tempering yang sebesar 86.55%. Rata-rata beras patah dan
menir hasil pengeringan tempering masing-masing sebesar 13.09% dan 11.25%
dan hasil pengeringan tanpa tempering sebesar 19.54% dan 10.53%. Biaya
pengeringan yang disarankan yaitu sebesar Rp 278.7 kg gabah, yang terdiri dari
biaya listrik dan gas. Jadi, belum dapat dikatakan bahwa proses pengeringan mana
yang lebih baik dan harus dilakukan pengeringan dengan kapasitas penuh agar
dapat melihat hasil yang lebih akurat.
