Show simple item record

dc.contributor.advisorAbdullah, Luki
dc.contributor.advisorYaman, M. Aman
dc.contributor.advisorKumalasari, Nur Rochmah
dc.contributor.authorRosadi, Kathleya
dc.date.accessioned2018-06-26T04:24:44Z
dc.date.available2018-06-26T04:24:44Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92354
dc.description.abstractIndigofera zollingeriana sebagai hijauan pakan memiliki keunggulan mampu memproduksi bahan kering 51 ton ha-1 tahun-1, protein kasar 27 – 31 %, kecernaan bahan kering 76 %, kecernaan bahan organik 83 %, rendah zat anti nutrisi, dan dapat diberikan kepada ternak ruminansia maupun unggas. Pengembangan populasi I. zollingeriana masih mengalami kendala dalam ketersediaan dan harga benih yang tinggi. Hal ini terjadi akibat kurangnya informasi mengenai fase generatif, produksi, dan karakteristik benih I. zollingeriana. Penentuan jarak tanam yang tepat untuk produktifitas benih I. zollingeriana penting dilakukan untuk mencapai produktifitas benih I. zollingeriana yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa I. zollingeriana pada fase generatif dan hasil benih pada jarak tanam yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 perlakuan dan 3 kelompok. Jarak tanam (1.5 m x 1.0 m, 1.5 m x 1.5 m, dan 1.5 m x 2.0 m) sebagai perlakuan. Data kuantitas di analisis dengan Analysis of Variance Matrix Unbalance dengan software R 3.3.2, S.P.S.S. statistik 20, dan microsoft excel. Data kuantitas yang berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Least Significance Different (LSD) pada taraf 0.05, 0.01 dan 0.001. Data kualitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Parameter yang diamati adalah waktu awal rangkum tampak, jumlah rangkum, panjang dan lebar rangkum, struktur bunga, waktu awal polong tampak, diameter polong, panjang polong, berat kering polong per tanaman, berat kering polong per plot, persentase benih per polong, berat benih, diameter benih, ketebalan benih, warna benih, cabang primer, cabang sekunder, dan ranting. Hasil penelitian menunjukan awal fase generatif I. zollingeriana cukup beragam dimulai pembentukan bunga dari usia 64 – 138 hari setelah tanam. Polong I. zollingeriana mulai terbentuk pada 146 – 170 hari setelah tanam. Perkembangan jumlah rangkum (71.58 rangkum) dan ukuran rangkum (panjang 33.64 mm dan lebar 5.29 mm) tertinggi (p<0.001) terdapat pada jarak tanam 1.5 m x 1.5m. Jarak tanam 1.5 m x 2.0 m nyata (P<0.01) meningkatkan jumlah polong pada hari ke 8 setelah awal polong tampak. Produksi polong dipengaruhi oleh jarak tanam (p<0.01) dan umur polong (p<0.01). Jarak tanam yang jarang menghasilkan polong yang lebih bernas. Polong yang bernas memiliki karakteristik bewarna coklat kehitaman dan polong tampak berisi (bernas). Parameter hasil dan karakteristik benih dipengaruhi oleh jarak tanam namun tidak secara nyata. Adanya korelasi positf (0.6 – 0.9) peningkatan jarak tanam terhadap peningkatan jumlah rangkum dan polong yang dihasilkan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jarak tanam 1.5 m x 2.0 m merupakan jarak tanam yang terbaik sebagai jarak tanam dalam program pembenihan I. zollingeriana.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAnimal Feedingid
dc.subject.ddcGreen Fodderid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleEvaluasi Pertumbuhan Generatif, Produksi, dan Karakteristik Benih Indigofera zollingeriana pada Jarak Tanam Berbedaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordIndigofera zollingerianaid
dc.subject.keywordfase generatifid
dc.subject.keywordproduksi benihid
dc.subject.keywordjarak tanamid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record