Show simple item record

dc.contributor.advisorFaridah, Didah Nur
dc.contributor.advisorGiriwono, Puspo Edi
dc.contributor.authorManshur, Hanif Alamudin
dc.date.accessioned2018-06-26T04:19:47Z
dc.date.available2018-06-26T04:19:47Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92330
dc.description.abstractKonsep Indeks Glikemik (IG) direkomendasikan sebagai acuan bagi konsumen dalam memilih makanan untuk diet sehat. Indeks glikemik didefinisikan sebagai respon glikemik yang dihasilkan oleh suatu pangan yang mengandung 50 g karbohidrat (KH) available dan dinyatakan dalam persentase respon glikemik yang dihasilkan oleh 50 g KH acuan yang diujikan pada individu yang sama,di hari yang berbeda. Akan tetapi, dalam kasus dimana pangan yang diuji merupakan pangan dengan kadar KH available rendah hingga sedang, 50 g KH available akan memberikan volume yang terlalu besar untuk dikonsumsi dan dicerna. Oleh karena itu, jumlah KH available dalam porsi uji dapat diturunkan menjadi 25 g. Hasil dari penelitian sebelumnya yang menggunakan pangan uji berupa beras Pandanwangi menunjukkan bahwa nilai IG menggunakan basis porsi 25 g lebih rendah daripada yang menggunakan basis porsi 50 g dan menyebabkan pergeseran kategori IG. Selain itu, dalam pengujian IG, data respon glikemik pangan acuan dapat digunakan untuk menghitung IG dari beberapa pangan uji sekaligus. Hal ini memberikan kemungkinan adanya penggunaan kembali data respon glikemik pangan acuan dari pengujian IG suatu pangan di pengujian IG pangan lainnya dalam kurun waktu tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) menentukan besar perbedaan nilai IG antara basis porsi 50 g dan 25 g KH available pada beberapa pangan sumber KH, 2) menentukan kurun waktu beberapa pengujian IG pangan yang memungkinkan penggunaan data respon glikemik pangan acuan yang sama terkait dengan validitas. Sebanyak 14 subjek sehat harus mengonsumsi pangan uji berupa nasi putih IR64, roti tawar putih dan mi kering serta pangan acuan berupa glukosa.. Percobaan dilakukan dengan 2 kali pengujian glukosa dan 2 kali untuk masingmasing pangan uji pada basis porsi 50 g dan 25 g KH available. Glukosa atau pangan uji dikonsumsi dalam waktu 15 menit. Contoh darah diambil pada 0, 15, 30, 45, 60, 90, dan 120 menit setelah mengonsumsi sampel. Nilai IG dihitung berdasarkan rasio respon glikemik dari pangan uji terhadap respon glikemik pangan acuan. Data respon glikemik glukosa 50 g dan 25 g dari beberapa pengujian IG dalam kurun waktu 1 tahun yang telah dilakukan oleh Laboratorium Departemen ITP-IPB akan dilakukan perhitungan CV (Coefficient of varians) respon glikemik secara berpasangan antara respon glikemik pengujian pertama dengan respon glikemik pengujian lainnya guna menentukan kurun waktu antar pengujian IG pangan yang memungkinkan penggunaan data respon glikemik pangan acuan yang sama. Penelitian ini melaporkan bahwa penurunan nilai IG yang signifikan (p<0.05) terjadi pada nasi putih dan mi kering ketika diuji pada basis porsi 25 g dibandingkan dengan 50 g KH available. IG beras menurun dari 75 ke 62 (penurunan 17%), 75 ke 68 untuk roti tawar putih (penurunan 9 %) dan 72 ke 61 untuk mi kering (penurunan 15%). Penurunan nilai IG yang terjadi pada ketiga pangan uji tersebut menyebabkan pergeseran kategori IG dari kategori pangan ber-IG tinggi ke pangan ber-IG sedang. Perbedaan nilai IG antara kedua basis porsi tersebut disebabkan oleh persentase penurunan respon glikemik dari basis porsi 50 g ke 25 g KH available tidaklah sama antara pangan uji dan glukosa. Besar penurunan respon glikemik pada pangan uji dan glukosa dipengaruhi oleh karakteristik fisik dan kimia pangan uji serta frekuensi mengunyah subjek. Sebagai tambahan, data respon glikemik pangan acuan dari satu pengujian IG dapat digunakan kembali pada pengujian-pengujian IG selanjutnya dalam kurun waktu 1 tahun dengan syarat subjek tidak mengalami perubahan fisiologis yang dapat mempengaruhi respon glikemik mereka. Walaupun data respon glikemik pangan acuan tidak mengalami perubahan signifikan hingga 1 tahun berikutnya, disarankan untuk melakukan pembaharuan data respon glikemik pangan acuan setiap 2-3 bulan sekali. Pengujian IG saat ini sebaiknya tetap menggunakan basis porsi 50 g KH available karena belum tersedianya pengelompokan pangan berdasarkan IG yang menggunakan basis porsi 25 g KH available. Nilai IG beberapa pangan uji pada basis porsi 25 g yang dihasilkan dari penelitian ini dapat menjadi basis data untuk pengembangan pengelompokan IG pangan yang baru berdasarkan basis porsi 25 g KH available. Berkaitan dengan itu diperlukan studi lanjut mengenai besar perbedaan nilai IG antara basis porsi 50 g dan 25 g KH available pada pangan dengan IG sedang dan rendah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFood Scienceid
dc.subject.ddcAvailable carbohydrateid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titlePerbandingan Indeks Glikemik Beberapa Pangan Sumber Karbohidrat dengan Basis Porsi Karbohidrat Available yang Berbeda.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordglukosa darahid
dc.subject.keywordindeks glikemikid
dc.subject.keywordkarbohidrat availableid
dc.subject.keywordrespon glikemikid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record